Ratusan orang menyaksikan seorang perampok yang hendak diamankan pihak kepolisian Foto: Amin

Seorang
perampok yang dihajar massa usai kepergok menjalankan aksinya di area Fakultas
Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes dikabarkan meninggal. Perampok yang belum
diketahui identitasnya itu dikeroyok massa dengan batu, kayu, dan pot.
Selanjutnya, massa menarik pelaku ke teras gedung FIK Kampus Unnes sebelum
diamankan satuan pengamanan (satpam) di pos keamanan Unnes.
Kanit
reskrim Polsek Gunungpati, AKP Edi Sutrisno mengatakan, pihaknya mengamankan
barang bukti berupa celurit milik pelaku dan dua unit handphone dari saku
pelaku. Selain itu, pada saku pelaku juga terdapat KTP seorang mahasiswi atas
nama Ony Indri Lestari, warga Sendangmulyo, Tembalang. Ada juga kartu-kartu
identitas lain yang diduga merupakan hasil kejahatan dari pelaku.
Dalam
aksi kali ini, Agus Setiawan (27) menjadi korbannya. Satpam Unnes yang sedang
lepas dinas tersebut berusaha merebut celurit dari tangan pelaku dan memberikan
perlawanan. Sembari berteriak keras meminta tolong, Agus memberitahukan bila
dirinya merupakan satpam Kampus Unnes supaya ada yang membantu.
“Mahasiswa
yang melihat banyak, tapi mereka tidak berani membantu. Teman-teman satpam dan
warga akhirnya datang, mereka bersama mahasiswa akhirnya membantu saya melawan
perampok itu,” kata warga ,Tinjomoyo Barat, RT 1 RW 8, Kelurahan Sukorejo,
Gunungpati itu.
Pelaku
yang berpura-pura kencing di dekat Agus tersebut, tiba-tiba menghampirinya
sembari mengalungkan celurit ke leher Agus. “Nuwun sewu mas,” kata
Agus menirukan ucapan pelaku. Agus mengalami luka pada lengannya akibat sabetan
celurit dari pelaku saat memberikan perlawanan.
Agus
mengungkapkan, saat itu pelaku lain tetap berada di atas motor Vario merah.
“Dia (pelaku lain- Red) maju mundur maju mundur. Dia akhirnya kabur
setelah puluhan warga datang, sementara temannya menjadi amukan massa,”
kisahnya.
Editor
: Amin