Bedah buku Sastra Jurnalistik (8/12) [Doc. Yunita]
Selasa,
(8/12) diselenggarakan bedah buku “Sastra Jurnalistik: Menyelisik Mafia Hukum”
karya Teguh Hadi Prayitno oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, bertempat
di ruang 106 gedung B1 Fakultas Bahasa dan Seni.
            Saat itu, duduk bersama para
pengkaji yang ahli dalam bidang sastra dan jurnalistik, diantaranya Sendang
Mulyana, Achiar M. Permana, dan Suseno serta dimoderatori oleh Saroni Asikin,
wartawan Suara Merdeka.
            Melalui bukunya, Teguh Hadi Prayitno bermaksud mengampanyekan sastra
jurnalistik. Buku tersebut lahir dari hasil tesisnya mengkaji novel “Abal-abal” karya Arswendo Atmowiloto untuk meraih gelar Magister di Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro (Undip).
            “Sempat
ditolak oleh beberapa profesor dengan alasan tidak memiliki landasan teori,
hingga beberapa kali ganti judul akhirnya bisa disetujui menggarap tesis yang
mengangkat sastra jurnalistik ini,” ungkap Teguh yang pernah menjadi jurnalis
LPM Hayamwuruk FIB Undip.
            Setelah
tesisnya rampung, ada salah satu penerbit buku di Yogyakarta yang menawarkan
menerbitkan buku dari hasil tesisnya. Buku yang lahir dari tesisnya itu
diluncurkan di Fakultas Ilmu Budaya, 
tetapi setelah peluncuran tidak ada diskusi atau pun bedah buku. “Saya ingin mendiskusikan buku ini dalam konteks
sastra dengan mahasiswa khususnya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang memiliki
bekal ilmu teori sastra,” katanya.
            Apit
Meilani, mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang memiliki minat
dalam bidang sastra dan jurnalistik mengatakan, acara ini memberikan wawasan
tentang batas antara sastra dan jurnalistik.

            “Acara bedah buku ini merupakan hal
penting karena berkaitan dengan mata kuliah jurnalistik yang ada di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kami harap
dapat memberikan manfaat bagi semua,” ujar Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Sumartini dalam sambutannya. [Yunita]