[Doc. unnes.ac.id ]

Pencatutan nama Presiden BEM FBS sebagai juru kampanye pasangan Presiden Mahasiswa Fauzi-Idun menimbulkan reaksi berbagai pihak. 

Misbachul Falah, Presiden BEM FBS mengaku kaget terkait pencatutan namanya sebagai juru kampanye pasangan nomor urut dua.  “Memang sempat ditawarkan menjadi juru kampanye, tetapi saya menolak karena belum pernah menjadi juru kampanye sebelumnya. Saat ditelepon untuk diminta menjadi juru kampanye, nama saya sudah dicatat menjadi bagian dari tim sukses dan sudah diserahkan kepada Panwasra,” ungkap Misbachul Falah saat reporter menemuinya, Rabu (23/12).

Menurut penuturan Falah, Senin malam (7/12) salah satu relawan pasangan calon nomor urut dua meminta surat cuti Falah sebagai tim sukses, tetapi tidak diberi karena Falah merasa tidak menyetujui untuk menjadi bagian dari tim sukses pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM. Selasa (8/12) salah satu relawan Fauzi-Idun kembali meminta Falah menulis surat cuti untuk menjadi tim sukses supaya tidak ada masalah, sebab bila tidak melampirkan surat cuti ditakutkan akan dibawa ke meja persidangan. Rabu (9/12) relawan Fauzi Idun datang untuk meminta maaf dan masalah hampir selesai.

“Kemudian saya melihat salah satu akun anonim di media sosial yang menyebutkan bahwa Presiden BEM FBS mendukung pasangan calon nomor dua. Hal itu yang menyebabkan saya melaporkan ke Panwasra dengan dua pasal berat dan satu pasal sedang terkait pencatutan nama. Panwasra merekomendasikan untuk meminta maaf lewat publik atau media sosial kepada Misbachul Falah dan BEM FBS,” ujar Falah.

Hasil keputusan Panwasra dirasa kurang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. “Pencatutan nama yang membawa nama Presiden BEM FBS menjadi juru kampanye dikhawatirkan akan membuat mahasiswa menduga-duga. Saya tidak peduli dengan siapa yang diuntungkan dan dirugikan. Saya hanya ingin membersihkan nama Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) karena dalam opini tersebut disebutkan Presiden FBS,” tegasnya.

Laporan daftar tim sukses dan juru kampanye masing-masing pasangan calon dikumpulkan ke KPU pukul 20.00 WIB. “Karena waktu sudah mepet, tim kami mencatat nama Misbachul Falah selaku Presiden BEM FBS sebagai juru kampanye di FBS. Setelah penyerahan data tim sukses ke KPU, saya memeriksa kembali. Menurut penuturan salah satu relawan kami mengatakan, Falah belum memberikan jawaban karena sulit dihubungi. Esok harinya saya bertemu Misbachul Falah dan menyampaikan permohonan maaf,” kata Akhmad Fauzi, Presiden BEM KM terpilih. 

Falah membenarkan bahwa dirinya memang
mengajukan banding ke DKPPR. Saat ini Misbachul Falah dan Fauzi-Idun tengah
menunggu proses dari DKPPR terkait penyelesaian masalah pencatutan nama tersebut. [Teguh, Yunita]