Padi semakin
berisi, maka semakin menunduk. Begitulah ungkapan yang pantas mendeskripsikan
penulis kondang Indonesia, Dee Lestari.

Hal tersebut diakui oleh
peserta yang mengikuti meet and greet
selesai acara Seminar Nasional Literasi yang diadakan Hima BSI. “Sikap Dee ramah,
sampai terkejut saya disapa oleh Dee sewaktu dia membuka presentasinya,” kata
Anggi Pradhita, mahasiswa Undip, Minggu (29/5) di Auditorium Unnes.
Kesempatan langka yang dibuka
panitia untuk meminta tanda tangan dan berswafoto bersama Dee selama satu menit
lebih itu tak disia-siakan. Bahkan terdapat peserta pula yang meminta Dee untuk
memotivasinya dalam bentuk video.  “Kapan
lagi bisa bertemu Dee Lestari, saat ini kesempatan bertemu,” ungkap Tiara.
Dee lestari, bernama lengkap
Dewi Lestari Simangunsong merupakan penulis yang sudah menerbitkan novel dan
cerpen, salah satu novelnya Supernova yang baru rampung seri terakhirnya
berjudul Intelegensi Embun Pagi (IEP). Karya terakhir IEP telah menembus angka
13.000 yang berjumlah lebih besar dari edisi sebelumnya, yakni Gelombang.

Dee mengakui kebanyakan pembaca
karyanya adalah mahasiswa. Dia senang sekali bisa datang ke Unnes untuk berbagi
tips menulis. “Menjadi penulis perlu banyak jam tayangnya (menulisnya), latih
dan terus berlatih. Jangan musuhi proses,” tutur Dee. [Nida]