Stan UKM TQ  meramaikan Unnes Fair 2016. [Doc.BP2M]
BP2M – Di semaraknya acara Unnes Fair
2016 yang digelar Rabu kemarin (28/9), ada sebuah stan UKM yang menarik perhatian. Hiasan kaligrafi hasil karya para anggota mewarnai
stand UKM tersebut. Rupanya itu stan UKM Teknologi Quran (TQ). Kali pertamanya
UKM TQ turut terlibat meramaikan Unnes Fair 2016.
Salah seorang anggota UKM
Teknologi Quran, Ari Susanto, menerangkan bahwa persiapan untuk turut menyemarakkan
Unnes Fair sudah dilakukan satu bulan sebelum kegiatan ini berlangsung. Mereka
tidak memerlukan strategi muluk-muluk untuk menarik minat mahasiswa baru datang
ke stan UKM TQ. “Cara menarik minat mahasiswa baru sebenarnya sederhana saja. Kebanyakan
dari mereka memang sudah penasaran pada UKM ini, sehingga mereka sengaja datang
ke stan untuk mencari informasi tentang UKM TQ,” ujar Ari Susanto.
UKM Teknologi Quran
(TQ) adalah UKM yang tergolong baru di Unnes. UKM yang dibentuk pada tahun 2015
itu sengaja dibentuk sebagai wadah bagi mahasiswa beragama Islam untuk belajar
Kitab suci Al Quran. UKM TQ menawarkan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan
hafalan Al Quran dan serius menekuni dunia tahfidz. Kegiatannya tidak hanya seputar
menghafal Al Quran, ada pula seni membaca Al Quran atau tilawah, seni tulis Alquran
atau kaligrafi, karya tulis mengenai Al Quran, dan kegiatan lainnya.
Sebelum diresmikan
sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dahulunya UKM TQ adalah sebuah komunitas
pecinta Al Quran. Komunitas tersebut terus menelurkan berbagai kejuaraan. “Banyaknya
kejuaraan yang diperoleh komunitas kami, seorang dosen mengusulkan agar kami
mengajukan surat ke Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan perihal dibentuknya
komunitas pecinta Al Quran menjadi sebuah UKM. Hingga pada akhirnya, surat
pengajuan itu disetujui dan Teknologi Quran resmi menjadi Unit Kegiatan
Mahasiswa Unnes.”

Di sela-sela
wawancara, Ari Susanto menuturkan, di UKM TQ tidak ada penggolongan tertentu seperti
Nahdliyin, Muhammadiyah, atau lainnya. “Di UKM TQ, kita akan belajar bersama mengenai
Al Quran. Karena Al Quran adalah kitab suci umat Islam, bukan milik golongan
tertentu dalam agama Islam,” kata Ari. [Allifa, Imama]