Panitia membagi-bagikan tiket kepada mahasiswa yang akan menonton talk show. [Doc.BP2M/Yunita]


“Ayo.
Ayoo… Teman-temannya diajak untuk datang. Satu fakultas diajak juga ya! Ayo! Ajak
teman-teman, gebetan, pacar, bahkan mantan pacar diajak juga sekalian ya!” seru
Melinda, salah seorang panitia yang tengah membagi-bagikan bendelan tiket yang
masih banyak.


BP2M – Melinda
terdengar riuh saat membagikan tiket di pelataran Auditorium Unnes. Ia terus
modar mandir sembari membujuk para penonton yang didominasi mahasiswa. Mereka
baru tiba di lokasi acara dan langsung dihampiri Melinda untuk mengindahkan
permintaannya agar menghubungi mahasiswa yang belum berada di lokasi acara,
Kamis 10 November 2016.
Di tengah rintik hujan, tim
bp2munnes.org melihat beberapa mahasiswi berbondong bondong menuju Auditorium Unnes
Sekaran, tempat diselenggarakannya acara Talk Show yang menghadirkan Merry
Riana itu. Beberapa dari mereka mengaku tidak miliki tiket masuk. Mereka hanya
bermodal keberanian menerjang derasnya hujan. Hal itu senada dengan pesan siar
yang beredar di kalangan mahasiswa melalui media sosial.
Pesan siar tersebut
berbunyi: “Mohon bantuan  dari bapak ibu,
rumah ilmu UNNES. Mohon bantuan untuk menggerakan mahasiswa ke arah Auditorium
Unnes untuk mengikuti acara, karena hujan sistem tiket ditiadakan. Acara
diperbolehkan untuk setiap mahasiswa yang mau dan mampu menerjang hujan. Mohon
maaf kondisi darurat. Kami mohon betul bantuan bpak ibu sekalian
.”
Pesan siar tersebut mendapat
beragam respon dari mahasiswa. Ada yang senang sebelumnya karena belum memperoleh
tiket, sehingga tidak ada kendala untuk masuk. Ada pula yang beranggapan hal
itu wajar lantaran cuaca kurang bersahabat. Hujan yang turun sejak pukul 12.30
hingga 14.00 WIB turut mempengaruhi mahasiswa untuk datang ke acara beken
tersebut. Sehingga tiket terpaksa dibagikan agar Auditorium segera dipadati
penonton
Memang benar adanya
bahwa panitia meminta bantuan pihak Unnes untuk menggerakkan mahasiswa menuju
Auditorium. Hal itu diungkapkan oleh Ferdi, panitia yang mengurus bagian registrasi peserta. Mengingat target  tiga ribu
peserta, namun setengah jam sebelum acara dimulai peserta masih setengah yang
mengisi kursi.
Sri Endah, mahasiswi
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia telah memesan tiket secara online. Ia baru mengetahui bahwa siapapun
boleh masuk meskipun tidak memiliki tiket. Endah, begitu sapaan akrabnya mengatakan
meski sudah memiliki tiket, namun ia enggan untuk datang karena hujan deras. [Aditya]