Gerakan Unnes Subuh Berjamaah (GUST) di Masjid Ulul Albab Unnes 19 Agustus 2019. [BP2M/ Izha]

Linikampus.com-Universitas Negeri Semarang kembali mengadakan Gerakan Unnes Subuh Berjamaah (GUSJ) 2019 di Masjid Ulul Albab, Unnes pada Minggu (19/08). GUSJ dilangsungkan sebagai agenda awal dalam serangkaian acara Pengenalan Program Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) tingkat universitas.

Kegiatan berjamaah ini dimaksudkan untuk menyatukan perbedaan mahasiswa baru Unnes yang berasal dari daerah yang berbeda. Seperti yang dikatakan oleh Afisa Fitriani selaku Koordinator Lapangan PPAK Unnes.

“Tema yang diusung yakni pemuda islam merawat kebinekaan. Menyatukan perbedaan salah satunya dari segi spiritual ibadah bersama,” ujar Afisa.

Selaras dengan pernyataan Rektor Unnes, Fathur Rokhman saat menutup orasinya menyampaikan bahwa ada banyak perbedaan karena mahasiswa baru datang dari berbagai daerah. Membangun keakraban dan membangun guyub dilakukan agar Unnes mendapat prestasi, reputasi yang gemilang.

Sementara GUSJ dilaksanakan oleh mahasiswa baru muslim, sedangkan bagi yang non-muslim menjalankan ibadah di Gedung A1, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Baca Juga : HUT ke-74 NKRI, Unnes Sambut Mahasiswa Baru 2019

Afisa kembali menambahkan bahwa dalam pelaksanaanya, masih ada beberapa fakultas yang tidak mengikuti acara gerakan subuh berjamaah karena mahasiswa baru sibuk mempersiapkan arak-arakan menuju Lapangan Prof. Dirham.

“Sebenarnya, panitia PPAK Universitas sudah berkoordinasi dengan Ketua PPAK Fakultas terkait wajibnya acara ini. Namun, karena ada sebagian fakultas yang bersiap dengan arak-arakan menuju Lapangan Dirham, akhirnya tidak ada konsekuensi atas ketidakhadiran mahasiswa baru dalam acara ini,” ungkap Afisa.

Sebelumnya, pada tahun 2017 sudah pernah dilaksanakan gerakan salat subuh berjamaah di Lapangan Prof. Dumadi, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes. Namun, pada tahun 2018 hanya Fakultas Ilmu Pendidikan yang mengadakan acara ini.

Reporter : Nuraisah Rosita & Nurul Izha Rahmadani

Editor     : Nila Luthfia