KKN Lokasi tahap 1 Desa Gunturmadu sedang mensosialisasikan ecobrock dan biopori kepada warga desa Gunturmadu.

Mahasiswa KKN Tahap I Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah pada masyarakat sebagai bentuk kontribusi untuk menangani berbagai masalah sampah di Desa Gunturmadu (Senin, 29 Juli 2019).

Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun. Di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang banyak dibuang ke laut. Hal ini membuat Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia (Kompas, 19/08/2019). Hal tersebut tentu sangat memprihatinkan. Maka dari itu, tim KKN Tahap I UNNES mencoba berkontribusi dalam menanggulangi banyaknya sampah plastik dengan memberikan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Ada dua poin yang ditekankan oleh mereka, yaitu cara pembuatan ecobrick dan biopori. Keduanya dupilih karena pembuatannya yang mudah dan biaya yang murah. Ecobrick menjadi salah satu solusi untuk mengolah sampah plastik. Bahan yang dibutuhkan hanyalah sebuah botol. Kumpulan sampah plastik nantinya akan dimasukkan ke dalam botol dan dipadatkan. Setelahnya, ecobrick tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam peralatan rumah tangga. Selain mudah dilakukan, ecobrick juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Cara kedua mengelola sampah adalah dengan biopori. Sampah organik nantinya akan dimasukkan ke dalam pipa PVC yang ditanam di tanah. Setelah tiga bulan, sampah organik tersebut akan berubah menjadi kompos. Kompos ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pupuk. Sebenarnya, sudah ada beberapa warga yang membuat kompos, hanya saja tempat pembuatannya masih tercecer. Sehingga dengan bipori ini, masyarakat dapat membuat kompos dengan lebih rapi dan terstruktur.

Sebelum sosialisasi, diketahui bahwa masyarakat Desa Gunturmadu ternyata belum banyak memahami bagaimana cara mengelola sampah plastik. Maka dari itu, mereka memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat. Adapun sasarannya adalah ibu rumah tangga (IRT), sebab sebagai IRT, mereka lebih banyak berhubungan dengan plastik. Selain dua hal di atas, ada beberapa poin lain yang disampaikan dalam sosialisasi, seperti jenis-jenis sampah dan masalah yang ditimbulkan oleh sampah. Sosialisasi tersebut difokuskan di Dusun Ngaglik.

Dengan adanya sosialisasi ini, Tim KKN Tahap I UNNES di Desa Gunturmadu berharap, masyarakat akan memanfaatkan sampah plastik dengan baik untuk desa mereka. Tak hanya sekali dua kali tentunya, tetapi untuk seterusnya. Masyarakat dapat menyulap sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai estetika. Sebab sampah akan menjadi indah jika kita tahu cara mengolahnya. Mereka juga berharap, Dusun Ngaglik dapat menampilkan yang terbaik sebagai Desa Siaga pada lomba yang akan dilaksanakan pada September ini.