Beranda Kampus Sempat Ditunda, Fajar-Didik Menang Pemira KM Unnes 2019

Sempat Ditunda, Fajar-Didik Menang Pemira KM Unnes 2019

1285
Foto Bersama Dua Paslon Presma Wapresma dan Perwakilan BEM KM pasca Penghitungan Suara Pemira KM Unnes 2019 (27/11). [Doc.BP2M/Fina]

Kamis (28/11), Penghitungan suara hasil pemira KM Unnes 2019 sempat diundur selama tiga jam. Penghitungan yang seharusnya dimulai pukul 21.00 WIB baru bisa dimulai Pukul 00:15 WIB usai Banwasra melakukan sidang sengketa. Hasilnya, paslon 01, Muhammad Fajar A. H. dan Didik Armansyah unggul dari paslon 02, AM Adzkiya’ Amiruddin dan Khoirul Mashudi.

Dari hasil penghitungan suara,  pasangan calon (Paslon) 01 unggul dengan perolehan suara 7847. Sementara itu Paslon 02 memperoleh 6032 suara setelah mendapat sanksi berupa pengurangan poin sebesar lima belas dari tiap fakultas. “Sanksi tersebut diberikan atas pelanggaran kampanye, yakni masih adanya pamflet yang terlihat di hari pemilihan,” ungkap Catur Pamungkas, Ketua KPUR KM Unnes 2019  saat ditemui usai penghitungan suara.

Lebih lanjut, Catur menjelaskan alasan pengunduran penghitungan suara terjadi karena Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) masih menunggu sidang sengketa Badan Pengawas Pemira (Banwasra) sampai selesai. Sidang sengketa oleh Banwasra seharusnya dimulai pukul tujuh malamn, namun baru dimulai pukul sebelas malam karena peserta belum lengkap.

Berbeda dari tahun sebelumnya, sidang sengketa tahun ini dilaksanakan sebelum penghitungan suara. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahpahaman setelah proses penghitungan suara selesai dilaksanakan.

Penghitungan suara dilaksanakan di Aula PKMU Lantai 2 dan dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam melakukan penghitungan suara, Tim IT pemira KM (pemilihan raya Keluarga Mahasiswa) bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) Unnes. Adapun sistem penghitungan suara yang digunakan tahun ini masih sama dengan pemira tahun sebelumnya.

Proses penghitungan suara dilakukan dengan menunjukkan hasil suara dari masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 40. Setidaknya terdapat sekitar empat belas ribu mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya dalam pemira 2019.

“Dari awal sebenarnya mau dibuka secara umum, namun dari tim sukses paslon meminta untuk dibuka per TPS. Setelah itu acara berjalan lancar hingga akhir,” ujar Catur.

Baca juga: Debat Capresma-Cawapresma Unnes 2019, Mahasiswa Perlu Tahu Arah Kedua Paslon

Atas kemenangannya, Fajar menuturkan, “Perasaan saya campur aduk, senang karena perjuangan teman-teman disambut dengan baik, namun berat juga karena tanggung jawab yang besar”.

Fajar juga mengatakan bahwa bersama wakilnya, ia akan mempersiapkan realisasi program-program kerja secepatnya.

“Saya tidak mau menunggu lagi, karena setahun itu tidak lama. Kami besok akan langsung bekerja untuk mempersiapkan open recruitment”.

Setelah penghitungan suara, paslon 01 dan paslon 02 saling bersalaman. Paslon 01 kemudian memberikan orasi pertamanya sebagai pemimpin baru mahasiswa Unnes dan mengakhirinya dengan menyanyikan lagu Totalitas Perjuangan bersama mahasiswa yang hadir.

Reporter: Fina dan Hani (Magang Linikampus 2019)

Editor: Niamah