Penyerahan Berkas Tuntutan dari Mahasiswa ke DPRD Jateng. [BP2M/Niamah]

Mahasiswa Fakultas Hukum Unnes melakukan audiensi dengan DPRD Jawa Tengah untuk menagih komitmen pemerintah terkait masalah pendidikan (26/8).

Audiensi dihadiri oleh lima perwakilan mahasiswa FH dan Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto. Mahasiswa menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan dan mencarikan solusi terkait masalah pendidikan di Indonesia terutama di masa pandemi.

Pada audiensi yang bertempat di gedung DPRD Jateng ini, mahasiswa menyerahkan dokumen kepada Ketua DPRD berupa kajian akademis, surat pernyataan dukungan, berkas permohonan Permendikbud 25/2020, dan RUU Cipta Kerja bidang pendidikan. Dokumen ini nantinya akan diserahkan oleh DPRD ke pemerintah pusat untuk ditangani lebih lanjut.

Kita diskusikan tuntutannya nanti kita bicara ke pihak-pihak tertentu. Kalau DPRD provinsi kan memfasilitasi. Lah saya kan malah terima kasih mereka mau bertemu saya menyampaikan unek-uneknya,” ujar Bambang.

Audiensi antara Mahasiswa FH dengan DPRD Jawa Tengah membahas permasalahan pendidikan. [BP2M/Niamah]
Berdasarkan kesepakatan itu, DPRD memberikan jaminan akan memberikan surat pengantar ke Rektor Unnes terkait tuntutan mahasiswa maksimal dalam waktu satu hari. Menurut keterangan Bambang, nantinya dengan surat pengantar tersebut dapat diagendakan pertemuan dengan rektor untuk membahas masalah kampus seperti SPI dan UKT.

“Ya nanti tak tembusi sampeyan, kepada Rektor tembusannya BEM. Nanti ada solusinya. Pasti,” jelas Bambang.

Bambang juga menjamin akan membuka ruang diskusi untuk mendatangkan perwakilan dari rektor yang berada di wilayah Jawa Tengah. Dia juga menyampaikan bahwa di bulan September, Ia berkeinginan untuk mengadakan pertemuan dan menyampaikan aspirasi mahasiswa ini ke pemerintah pusat, termasuk di dalamnya Gubernur dan DPR RI.

Sebelumnya, mahasiswa Unnes telah melaporkan Nadiem Makarim ke Komnas HAM pada tanggal 3 Agustus 2020 atas dugaan pelanggaran HAM di bidang pendidikan. Audiensi hari ini merupakan lanjutan dari pelaporan tersebut.

 

Reporter: Niamah, Afsana

Editor: Amilia