Penyemprotan Disinfektan oleh Tim KKN BMC Sukorejo-Sadeng. [Dok. Tim]

Pandemi Covid-19 memaksa banyak hal dilakukan secara terbatas, tidak terkecuali program akademik seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahun 2020 ini Pusat Pengembangan KKN Universitas Negeri Semarang (Pusbang KKN Unnes) mengadakan program KKN Bersama Melawan Covid-19 (KKN BMC). Tujuan utamanya, yakni memberikan edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakat sekitar domisili mahasiswa.

KKN BMC ini juga diikuti oleh dua puluh empat mahasiswa yang berdomisili di Kelurahan Sukorejo dan Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Program-program kerja yang diarahkan merupakan program kerja yang memiliki tujuan utama untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di masyarakat. Program tersebut dilaksanakan dengan mematuhi standar protokol kesehatan.

Program kerja unggulan kelompok KKN ini adalah penyemprotan disinfektan di area permukiman, edukasi new normal, dan budidaya tanaman sayur.

Penyemprotan disinfektan dilaksanakan di dua rukun warga (RW) yaitu di RW 9 dan RW 10. Tim KKN mendapatkan dukungan alat dan bahan penyemprotan disinfektan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah lengkap dengan alat pelindung diri. Penyemprotan disinfektan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi risiko penularan virus dari benda-benda mati yang berada di sekitar rumah warga.

Selain penyemprotan disinfekten, KKN Sukorejo-Sadeng juga menyelenggarakan kegiatan edukasi new normal. Terdapat pula agenda pembagian masker dan handsanitizer kepada masyarakat pengunjung Posyandu Kelurahan Sadeng. Materi yang diberikan seputar kiat-kiat menjalankan aktivitas luar rumah yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Kagiatan edukasi New Normal. [Dok. Tim]
Masyarakat yang hadir aktif melakukan diskusi interaktif dengan pemateri mahasiswa. Edukasi seperti dilakukan dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan di dalam dan di luar rumah.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr. Barokah Isdayanti, M.Pd dalam setiap kesempatan bimbingan daring selalu mengingatkan mahasiswa untuk aktif memberikan contoh dalam hal penerapan protokol kesehatan di lingkungan tinggal masing-masing.

Program unggulan ketiga yang dilaksanakan oleh tim adalah program pelatihan budidaya tanaman sayur di lingkungan rumah masyarakat setempat. Ini merupakan program kerja individu yang dilakukan di lingkungan RT masing-masing domisili mahasiswa. Tujuan program ini yakni untuk meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan keluarga.

Pelatihan penanaman sayur untuk mengusahakan ketahanan pangan. [Dok. Tim]
Koordinator KKN Kelurahan Sukorejo dan Sadeng, Kristi Dese Imanuel Adi mengatakan bahwa kontribusi langsung mahasiswa kepada masyarakat adalah hal yang penting.

“Ini kesempatan yang baik bagi teman-teman mahasiswa untuk lebih dekat dengan masyarakat di lingkungan domisili sendiri. Berbagai program terutama program pelatihan budidaya tanaman yang kami laksanakan semata-mata bertujuan untuk menyukseskan misi ketahanan pangan di lingkungan rumah tangga, sehingga jelas kami sangat bersemangat dalam menyelesaikan kegiatan KKN ini,” ungkapnya.

Penulis: Tim KKN BMC Kelurahan Sukorejo dan Sadeng

Penyunting: Amilia Buana Dewi Islamy