aksi 10 november 2020
salah satu massa aksi tengah berorasi [Doc. BP2M/Manan]

Aliansi Semarang Melawan menggelar aksi bertajuk “Pemerintah dan DPR Pengkhianat Pahlawan” pada Selasa (10/11). Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat kota Semarang, antara lain terdiri atas mahasiswa dan masyarakat umum di sekitar Semarang.

Massa aksi berkumpul di depan Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan ziarah “Matur poro Leluhur”. Mereka melakukan doa bersama serta tabur bunga di sana. 

“Kami mau pakai momentum hari pahlawan untuk melaporkan Jokowi, pemerintah, dan DPR ke pahlawan bahwa pemerintah dan DPR telah melakukan pengkhianatan berulang kali kepada pahlawan melalui berbagai kebijakan,” ujar Cornel Gea, narahubung Aliansi Semarang Melawan.

Ia juga mengatakan bahwa doa bersama di Taman Makam Pahlawan ini menjadi momen untuk masyarakat dan massa aksi meminta restu agar diberi kekuatan melawan untuk memperjuangkan hak rakyat.

Setelah melakukan doa bersama, dilanjutkan dengan aksi teatrikal oleh mahasiswa FBS Unnes dan juga pembacaan puisi. 

“Jadi itu tadi ada peragaan kain dibagi-bagi, terus ditalikan masing-masing (ujung dengan ujung sampai berkaitan, red), itu menandakan persatuan yang kokoh, semakin talinya lapis-lapis itu semakin kuat persatuannya” kata Aldi Fahrur, perwakilan BEM KM Unnes.  

Setelah melakukan serangkaian acara di Taman Makam Pahlawan, massa aksi dengan membawa poster bertuliskan tuntutan serta dikawal oleh pihak kepolisian, menuju Tugu Muda. Lalu massa aksi melakukan longmarch.

massa aksi 10 november membawa poster bertuliskan tuntutan
Masa aksi membawa poster bertuliskan tuntutan [Doc. BP2M/Manan]

Berdasarkan siaran pers Aliansi Semarang Melawan, aksi yang bertepatan dengan hari pahlawan ini dilatarbelakangi oleh berbagai kebijakan dari pemerintah dan DPR yang tidak pro rakyat, seperti pengesahan revisi UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Cipta Kerja, perampasan lahan, dan berbagai kejahatan lainnya. Mereka menilai sikap pemerintah dan DPR tersebut telah merusak alam dan kehidupan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.

Melalui aksi ini, Aliansi Semarang Melawan mengajak untuk menuarakan berbagai kejahatan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR. Aksi ini juga menjadi peristiwa untuk menunjukkan bahwa masyarakat sudah tidak dapat lagi percaya kepada pemerintah dan DPR.

“Kalau masyarakat dan kita diam aja maka pemerintah dan DPR akan melakukan kejahatan, menjadikan indonesia cuma jadi tempat mereka untuk memperkaya diri mereka dan memperkaya asing, sementara masyarakat cuma ditindas,” ujar Cornel.

Reporter: Manan, Alfian, Hasnah

Editor: Amilia