Sumber : http://bblack7.blogspot.com/2014/05/asal-usul-nusakambangan.html

BP2M – Menyusuri ujung selatan kota Cilacap,
pemandangan akan tertuju pada hamparan luas seperti hutan rimba jika dilihat
dari kejauhan. Banyak orang menyebutnya sebagai Pulau Penjara, sebab memang
terdapat rutan (Rumah Tahanan) di Pulau tersebut.

Tiba-tiba saja Saya
teringat perjalanan mengunjungi Pulau itu, dua bulan lalu. Bukan hanya terkenal dengan keberadaan rumah tahanannya saja, Pulau
Nusakambangan juga menyimpan berbagai objek menarik yang memukau pengunjungnya.
Beberapa diantaranya ialah Hutan
Pinus dan Hutan Mangrove, Bunga Wijayakusuma,  serta Pantai Pasir Putih dan Gua Naga. Sayangnya tidak semua tempat dapat dikunjungi dengan
bebas.
Sumber : https://ruddabby.wordpress.com/category/sejarah/page/4/
“Perlu izin terlebih dahulu untuk dapat memasukinya,” tutur Udin penyedia sewa perahu yang sudah lama
bekerja di Nusakambangan (15/02). Dia mengatakan, hanya Pantai Pasir
Putih
dan Gua Naga saja
yang bebas dikunjungi.
Perjalanan Saya awali dengan menaiki perahu yang disediakan menuju Gua
Naga. Membayar lima belas ribu rupiah ditambah harga tiket masuk empat ribu
rupiah, Saya disambut dengan pemandangan cantik dari batuan besar cekung dan
bergerigi serta rimbunan pohon yang menyelimuti. Penat berjalan dan menyusuri jalan yang ditempuh, Saya lalu beristirahat
di salah satu warung yang tersedia.
“Sudah banyak
pohon yang ditebang di sini, tidak seasri dulu. Banyak pohon yang ditebang
untuk membangun warung dan kamar kecil, tapi ya tidak berfungsi”, tutur Dewi
penjaga warung tempat Saya beistirahat.

Saya kemudian
melanjutkan perjalanan menuju pantai pasir putih yang begitu menawan. Deru
angin yang menerpa bersama gelombang yang memecah karang membuat Saya sampai
lupa bahwa Saya harus segera beranjak dari sana. Alam Indonesia memiliki
keistimewaan sendiri yang perlu senantiasa dijaga oleh masyarakat negeri ini. (Annisa L)

Edited by : Ika Nur Amalia