Proses panjang pemira Unnes 2016 dengan beberapa persoalan yang menjadi perdebatan kedua belah pihak terkait, akhirnya mencapai titik terang usai dilantiknya Akhmad Fauzi dan Ahmad Abdun Salam menjadi presiden dan wakil presiden mahasiswa Unnes periode 2016 oleh Rektor Unnes Fathurrokhman (05/02).

Bahasan pemira yang tak kunjung selesai akhirnya diambil alih oleh Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, hingga pelaksanaan pelantikan dapat berjalan. Sebelumnya (29/01), juga telah dilaksanakan pelantikan beberapa Ketua DPM, MPM, dan UKM Universitas Negeri Semarang.

Fauzi-Idun terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa menggantikan M. Mugnil Labib dan Arif Muamar Wahid yang telah menjabat di periode 2015.

Fauzi optimis bersama Idun akan membawa Unnes menuju tahun perbaikan khususnya di tataran lembaga kemahasiswaan Unnes. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dan memohon dukungan dari berbagai pihak untuk terus bersama membangun Unnes,” kata Fauzi.

Sementara itu, Fathur berharap agar Fauzi-Idun dapat mengemban tugas ke depan dengan baik dan tetap terus menjalankan fungsi lembaga kemahasiswaan sebagaimana mestinya.

“Bagaimanapun harus diingat, bahwa adanya lembaga kemahasiswaan utamanya adalah untuk meningkatkan prestasi dan kompetensi mahasiswa,” kata Fathur. (Ika)