Pengunjung mengunjungi stand bazar Unnes. [Doc. BP2M]
Winny menawakan sepatu rajut. [Doc. BP2M]

BP2M – Dalam rangka Dies Natalis ke-51, Unnes
menyelenggarakan bazar yang menjajakan aneka produk unggulan berupa makanan,
pakaian, aksesoris, dan sebagainya. Bazar yang diikuti beberapa komunitas mendirikan
stand-stand yang terletak di sepanjang
jalan sekitar kawasan hutan mini Unnes.

            
Produk
yang ditawarkan dalam bazar tersebut merupakan hasil produk yang dibuat sendiri
oleh penjualnya. Salah satu penjual bazar tersebut yakni, Winny. Ia merasa
terbantu dengan adanya bazar Unnes karena bisa mempromosikan sepatu rajut hasil
kerajinan tangannya. “Banyak pengunjung  bazar
yang memesan sepatu rajut kepada saya. Terlebih hasil kerajinan rajut memang
sedang dicari saat ini,” ujar Winny, (01/03).
            

Wanita
yang mengaku belajar merajut secara otodidak ini mengatakan bahwa berjualan sepatu rajut
bukan usaha yang berisiko, mengingat kebanyakan pelanggannya memesan produknya melalui
daring sehingga tidak perlu menyetok barang untuk dijual.

Komunitas Dharma Wanita menjajakan produknya. [Doc. BP2M]

            
Bazar
Unnes yang diselenggarakan Selasa (01/03) dimanfaatkan pula oleh Dharma Wanita
Fakultas Teknik memperkenalkan produknya berupa makanan dan minuman. “Produk
yang kami jual merupakan produk hasil praktik bersama ibu-ibu PKK. Selain
makanan dan minuman, kami juga praktik membuat kerajinan tangan lain
diantaranya tempat tisu, tas, dan dompet,” jelas Heni Suroso, anggota
Djarma Wanita Fakultas Teknik. Heni Suroso mengungkapkan makanan dan minuman yang
dijajakan di bazar Unnes terjual banyak, bahkan beberapa diantaranya
empek-empek dan jus buah terjual habis. [Yunita,
Dian]