Senam pagi bersama dosen dan mahasiswa FBS. [Doc. Laeli]
BP2M – Kala
sang surya menampakkan cahaya yang memberikan
kehangatan bagi siapa saja yang menyambutnya, membuat mahasiswa Jurusan Bahasa dan
Sastra Indonesia berantusias mengikuti senam bersama di depan Dekanat Fakultas Bahasa
dan Seni (FBS), Jumat pagi (4/3).
Terdengar alunan
musik senam menandakan senam pagi bersama telah dimulai. Seluruh peserta
menirukan gerak instruktur senam yang
berada di barisan paling depan. Bukan hanya mahasiswa, para dosen Jurusan
Bahasa dan Sastra Indonesia dan staff turut larut dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan senam pagi
bersama merupakan kegiatan rutin Jumat pagi yang diikuti
oleh mahasiswa FBS sesuai jurusannya secara bergilir setiap minggunya. “Hal ini
bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan keakraban antara dosen dan mahasiswa. Jadwal
kuliah di FBS diatur supaya pada hari Jumat tidak ada kuliah pukul tujuh sehingga
mahasiswa dapat mengikuti kegiatan senam yang diselenggarakan,” jelas Subiyantoro,
Wakil Dekan bidang akademik FBS.
            Mahasiswa tampak semangat menirukan setiap gerakan sang instruktur
senam. Sesekali mereka berteriak dan bertepuk tangan. “Luar biasa bisa
mengikuti senam pagi bersama teman-teman sejurusan. Daripada tidak ada
aktivitas di indekos, lebih baik mengikuti kegiatan ini,” kata Dwi
Sulistyaningsih, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia.
            Sementara itu, salah seorang mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena adanya pengumuman yang mewajibkan
mengikuti kegiatan tersebut, tetapi dia berharap agar kegiatan ini dapat
dilaksanakan lebih baik dan lebih banyak mahasiswa yang mengikuti. “Kegiatan
senam ini tepat untuk menjadi rutinitas mahasiswa FBS,” kata Bayu Rizky Ananda.

              Mengetahui hari ini adalah minggu pertama
pelaksanaan senam pagi, beberapa mahasiswa tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya berharap mahasiswa berantusias mengikuti kegiatan ini supaya silaturahmi
antara dosen dan mahasiswa dapat berjalan dengan baik,” ujar Subiyantoro
menutup percakapan. [Laeli, Atik]