Puluhan mahasiswa melakukan aski tolak bungkam. [Doc. BP2M]

BP2M
– Sejumlah mahasiswa melakukan aksi tolak pembungkaman terhadap kasus yang
menimpa Laksa Tiar. Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan itu, menulis kritik
di media (Lihat opini Laksa di sini) mengenai program Fakultas Ekonomi yakni Yuk Nabung Saham (YNS). Lagu
Indonesia Raya bergema di depan gedung C6, dilanjutkan orasi singkat. Kemudian setiap
demonstran menempelkan lakban di mulut masing-masing sebagai tanda tolak aksi
pembungkaman.
Aksi tersebut ditujukan
sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan hak mengemukakan pendapat mahasiswa.
Menurut Laksa, alasan dia membuat opini tersebut karena berbagai bentuk
audiensi terhadap program Yuk Nabung Saham dirasa belum memuaskan. Hasil
audiensi hanya klarifikasi-klarifikasi tanpa adanya tindak lanjut secara nyata.
Mahasiswa terkesan dipaksa mengikuti kebijakan yang ditetapkan birokrasi secara
sepihak.
Laksa menambahkan, jangan
takut untuk menyampaikan pendapat. Mahasiswa memiliki hak untuk berdiskusi dan
menyampaikan pendapat. Bersama-sama, mahasiswa turut  mengawal kebijakan. “Jika ada pembahasan lagi,
ayo kita suarakan! Entah itu menolak atau menerima, dengan catatan itu adalah
kesepakatan bersama,” kata Laksa.
“Pembungkaman suara yang
berkaitan kebijakan fakultas bukan masalah dalam ranah BEM FE saja, melainkan
BEM se-UNNES dan mahasiswa pada umumnya,” ujar Presiden Mahasiswa BEM-KM,
Akhmad Fauzi.  

Aksi tersebut juga
merupakan bentuk solidaritas mahasiswa ketika salah satu mahasiswa dianggap
mengalami tekanan oleh birokrat terkait opini tulisannya. Tekanan tersebut
dirasa sebagai bentuk pembungkaman terhadap aspirasi dan pendapat mahasiswa.
Fauzi menambahkan, “Sekarang bukan zamannya diam dan mengikut, ini  zaman untuk mengawal, termasuk kebijakan.” [Jazidi]



Baca juga : Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FE Minta Maaf