BP2M – Selepas salat Jumat (7/4), mahasiswa PGSD Tegal Universitas Negeri Semarang (Unnes) bersama mahasiswa Unnes kampus Sekaran mendengarkan rekaman hasil audiensi antara pihak birokrat dengan mahasiswa, diteruskan dengan diskusi. Wakil Ketua Hima PGSD Tegal mengaku masih memikirkan langkah yang akan diambil setelah dilaksanakannya audiensi.

Menindaklanjuti kunjungan Rektor Unnes ke Tegal 5 April lalu, mahasiswa PGSD Tegal bersama mahasiswa Unnes kampus Sekaran melakukan aksi di depan gedung Rektorat, kemarin (7/4). Mohamad Adib, Presiden Mahasiswa Unnes mengungkapkan, aksi tersebut menuntut tiga hal. Pertama, agar dibukanya kuota penerimaan mahasiswa baru PGSD Tegal melalui jalur SBMPTN dan Ujian Mandiri (UM). Kedua, terkait perbaikan sarana prasarana yang ada di PGSD Tegal. Ketiga, mereka menuntut adanya keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan. Karena sebelum pihak Unnes memutuskan untuk tidak menerima mahasiswa baru, mereka tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu. “Ketika ada keputusan, mahasiswa dikasih tau dan diberi sosialisasi terlebih dahulu. Ini kan terkesan tidak ada sosialisasi,” kata Adib.

Adib juga mengatakan, pihak Unnes tidak akan menutup PGSD Tegal melainkan akan membuka pendaftarannya melalui jalur UM kerjasama. Pihak BEM KM juga masih mempertanyakan, mengapa tidak dibuka pada jalur SBMPTN. Padahal, jalur SBMPTN baru akan dibuka 11 April 2017. Keputusan ini berbeda dengan tuntutan aksi. Mengenai UM kerjasama yang akan dibuka tersebut, BEM KM juga akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Sementara itu, terkait dengan tuntutan sarana dan prasarana, Rektor Unnes telah mempersilakan mereka untuk mengajukan ke jurusan.

Wakil Ketua Hima PGSD Tegal menyatakan belum puas terhadap hasil audiensi karena hasil audiensi dengan birokrat masih belum sesuai dengan tuntutan mereka. Setelah mendengarkan rekaman dan melakukan diskusi, seluruh mahasiswa PGSD Tegal melakukan pertemuan secara tertutup.

Terkait langkah yang akan diambil, Wakil Ketua Hima PGSD Tegal belum bisa memastikan. ”Dari saya pribadi nanti akan ada lanjutannya, tapi untuk konsep entah itu aksi atau segala macamnya, saya belum bisa memastikan,” ungkap Imam Faiz Septian. Mereka mengaku masih mengkaji dan melakukan evaluasi terhadap aksi yang telah dilakukan Jumat (7/4) dan belum bisa menegaskan langkah selanjutnya.

Sementara itu, Adib juga mengatakan bahwa mahasiswa Unnes kampus Sekaran akan tetap mendukung keputusan dari mahasiswa PGSD Tegal. (Sibad, Diana)