Orasi Arie Gumelar, Presiden Serikat Pertamina Bersatu (19/8) [Doc. BP2M/Fajar]

“Bung Karno pernah mengatakan, beri aku satu orang tua maka akan kucabut Semeru dari akarnya. Tapi beri beri aku sepuluh pemuda saja maka akan aku guncang dunia,” ucap Arie Gumelar, Presiden Serikat Pekerja Pertamina Bersatu.

Linikampus.com-Program Pengenalan Akademik Kemahasiswaan (PPAK) Universitas Negeri Semarang tahun ini bertemakan “Milenial Harmoni Untuk Mahasiswa Unggul”. Acara yang diadakan di Lapangan Prof. Dirham ini dihadiri oleh 7.790 mahasiswa baru. Acara ini juga mengundang Zulkifli Hasan, Arie Gumelar, dan Boris Syaifullah sebagai pemateri, Senin (19/8).

Zulkifli Hasan yang merupakan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) periode 2014-2019 menjelaskan tentang bagaimana perjuangan seorang mahasiswa masa kini.

“Mahasiswa harus berjuang untuk mencapai kedaulatan, berdaulat untuk suatu keadilan, dan memperjuangkan keadilan untuk mencapai kesetaraan,” ucap Zulkifli Hasan.

Tidak hanya itu, Zulkifli Hasan juga memberikan beberapa tips dan trik untuk menjadi mahasiswa yang luar biasa dengan cara mengasah kemampuan dan pengembangan diri, menjadi mahasiswa yang berbeda dengan keterampilan yang dimiliki, gemar membaca buku, berwirausaha, serta puasa juga salat malam.

Baca Juga : GUSJ Ajarkan Kebinekaan Maba Unnes

“Selalu bersyukur atas apa yang dimiliki, harus bersungguh-sungguh dan jangan sia-siakan peluang yang ada. Jadilah berbeda, jangan jadi mahasiswa yang biasa-biasa saja,” ujarnya.

Selain Zulkifli, dua pemateri juga membagikan ceritanya. Arie Gumelar mengajak mahasiswa untuk berani menyuarakan kebenaran, dan mampu menyuarakan orasi. Mahasiswa juga harus membela rakyat dan menjadi pihak oposisi bagi pihak pemerintahan yang salah.

Arie juga memperkuat pernyataannya dengan menceritakan sejarah tentang bagaimana lahirnya Boedi Oetomo pada 1908, Sumpah Pemuda, Kemerdekaan, Orde Baru, hingga Era Reformasi yang tidak lain merupakan peran dan perjuangan dari mahasiswa Indonesia.

Boris Syaifullah, pemateri ketiga yang juga mantan TKI asal Sumbawa menambahkan bahwa terdapat tiga kunci untuk meraih kesuksesan, yaitu niat, kerja keras, dan campur tangan dari Tuhan.

Melalui pidatonya, Boris membuktikan bahwa seorang lulusan SMP dan mantan TKI juga bisa sukses. Ia mengajarkan kepada mahasiswa baru untuk mulai menabung dan berusaha sejak dini. Sejak dulu, ia menerapkan motto yang memotivasi kesuksesannya.

“Kalau kita ingin sukses, ada kiat nyeleneh dari saya. Biar miskin asal sombong. Sekecil apapun usaha yang kita miliki, kita harus sombong. Jadi perlihatkanlah ke dunia bahwa kita mampu.”

Di akhir sambutannya, Boris Syaifullah berharap agar mahasiswa baru Unnes 2019 dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dan selalu bisa memanfaatkan bonus demografi di tahun-tahun berikutnya dengan baik dan maksimal.

Reporter : Fela Purisman

Editor     : Rona Ayu Meivia