Peserta sedang memanjat tebing dalam kompetisi panjat tebing se-Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh UKM Mahapala Unnes (24/10). Dok. BP2M.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala) menyelenggarakan Rock Expert Southeast Asia Sport Climbing Festival yang berlangsung pada tanggal 23-28 Oktober 2019. Acara yang diselenggarakan di Wall Climbing Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini diikuti oleh 203 peserta dari dalam dan luar negeri.

“Jumlah pesertanya itu total 203 orang dari 20 provinsi di Indonesia,” ujar Hardianto selaku ketua panitia. Beberapa negara ASEAN yang turut mengikuti perlombaan ini ada Malaysia, Singapura dan Thailand yang berjumlah 5 peserta.

Baca juga: Tata Kelola Sampah di Kota Semarang

Penyelenggaraan perlombaan ini berlangsung mulai pukul 07.00-21.00 WIB. Kompetisi kali ini memperlombakan dua kategori yaitu lead dan speed. Untuk nomor dalam perlombaan ini ada lead mahasiswa putra dan putri, lead umum putra dan putri, yang terahkir speed umum putra dan putri.

“Sebenarnya ini kegiatan perpaduan antara panjat tebing, olahraga dan pariwisata, olahraganya itu lomba kompetisi dari kategori mahasiswa dan umum, lead itu tingkat kesulitan, speed itu kategori kecepatan sampai atas,” ujar Hardianto.

Hardiyanto menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan panitia untuk menyelenggarakan acara ini yaitu selama satu tahun mulai dari Oktober 2018.

“Persiapan acara kita mulai dari audiensi itu dari Oktober tahun lalu, jadi sebelumnya kita audiensi bersama dengan rektor,” ujar Hardianto.

Yana Ardiyanto, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta,  salah satu peserta perlombaan ini mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini. Yana menyebutkan, ia telah melakukan persiapan untuk mengikuti perlombaan ini selama satu bulan terakhir.

“Perlombaanya seru sih, soalnya hadiahnya juga besar jadi yang jago-jagonya lah ada gitu jadi tertantang gitu,” ujarnya.

Sebelumnya Mahapala sendiri telah menyelenggarakan perlombaan serupa pada tingkat nasional. Tahun ini menjadi yang kelima setelah digelar pada tahun 1997, 2003, 2012, dan terakhir 2014. Perlombaan ini muncul dari pembicaaran tentang pemanfaatan tempat wall climbing yang hanya dipakai untuk latihan intern mahapala oleh para anggota.

“Kalau untuk rencana kedepan mungkin dua tahunan atau tiga tahunan nanti menyesuaikan sumber daya anggota,” ujar Hardianto menyampaikan rencana Mahapala kedepan.

Reporter : Ismi dan Afsana

Editor : Afsana