Sambutan Rektor di acara dies natalis ke 55 Unnes
Rektor Unnes tengah memberikan sambutan ketika upacara Dies Natalis ke-55 Unnes. [Doc. BP2M/Teguh Ari Setiawan]

Meskipun telah memperoleh berbagai capaian, Universitas Negeri Semarang  (Unnes) masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Rektor Unnes Fathur Rokhman pada Dies Natalies Unnes ke-55, Kamis (5/3).

Menurut Fathur, salah satu yang menjadi catatan dalam Dies Natalis kali ini adalah peringkat Unnes dalam UI Green Metric. Pada tingkat internasional, Unnes memang bisa naik dari peringkat 85 ke 71. Namun, pada tingkat nasional Unnes justru turun dikalahkan perguruan tinggi Indonesia yang lain. Tahun 2018 Unnes berada di peringkat 5, sementara tahun 2019 turun menjadi peringkat 6.

“Kita mudah-mudahan (tahun depan, red) tetap bisa, targetnya bisa naik lagi. Kita memang kejar-kejaran dengan perguruan tinggi seperti Undip. Kita refleksi apa yang kurang dari Green Metric itu,” ujar Fathur.

Selain posisi di UI Green Metric, target yang masih diusahakan Unnes adalah peralihan dari Perguruan Tinggi Nasional Badan Layanan Umum (PTN-BLU) ke Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Bagi Fathur, momen ulang tahun Unnes ke-55 merupakan titik untuk ke sana agar menjadi kampus merdeka.

“Kami akan mengajukan PTN-BH ke Menteri Nadiem karena beliau adalah komite,” tegasnya.

Saat ditemui usai sambutan, Kepala Humas Unnes Muhammad Burhanudin juga menyuarakan PTN-BH. Burhan berpendapat bahwa peralihan Unnes ke PTN-BH akan memberikan banyak keuntungan. Unnes terus melakukan usaha ke sana. Hanya saja, selama ini keinginan tersebut belum bisa terwujud karena ada keterbatasan dalam syarat-syarat administratif.

“Belum tercapainya hal ini disebabkan oleh akreditasi internasional prodi yang masih terbatas, jumlah profesor dan doktor yang masih sedikit, dan belum tercapainya 80% program studi terakreditasi A,” jelasnya.

Tentang Dies Natalis Unnes ke-55 ini, Didik Armansyah selaku Wakil Presiden Mahasiswa Unnes menyampaikan hal lain. Menurutnya, peringkat-peringkat Unnes sejauh ini belum begitu memengaruhi kehidupan mahasiswa-mahasiswanya.

“Peringkat hanya sekadar administratif, sedangkan pengembangan kualitas sumber daya manusia masih kurang,” tukasnya. (*)

Reporter: Safinatun Nikmah, Alya Aulia Nurdin, dan Teguh Ari Setiawan.

Tinggalkan Balasan