Karangan bunga yang dikirim Alumni Unnes Menggugat ke pihak kampus (12/3). [Doc. BP2M/Fina]
Karangan bunga yang dikirim Alumni Unnes Menggugat ke pihak kampus (12/3). [Doc. BP2M/Fina]

275 Alumni Unnes yang tergabung dalam Alumni Unnes Menggugat menyerahkan karangan bunga dan rilis pernyataan sikap sebagai simbol gugatan ke pihak kampus, Kamis pagi (12/3).

Isu-isu di Unnes yang mereka anggap belum selesai dan janggal menjadi alasan munculnya gerakan tersebut.

“Menurut kami ada kebijakan-kebijakan yang kurang tepatlah, urusan akademik, urusan kampus kok mainnya polisi,” ujar Mustakim, perwakilan alumni tahun 2018.

Sebelumnya telah tersebar pesan di WhatsApp tentang narasi gugatan para alumni. Dalam narasinya mereka menyampaikan latar belakang gugatan.

6 poin pernyataan sikap yang menjadi wujud kepedulian diantaranya membuka ruang berekspresi dan berpendapat seluas-luasnya di Unnes, menghentikan segala tindakan represif dan kriminalisasi, Fathur Rokhman harus bertanggung jawab atas segala tindakan antidemokrasi yang di lingkungan Unnes, mencabut surat keputusan pembebastugasan sementara dosen Sucipto Hadi Purnomo, mencabut laporan kepolisian terhadap Yunantyo Adi Setyawan, serta menjunjung tinggi marwah kampus Unnes dengan memisahkan kepentingan pribadi dan lembaga.

Mereka meminta Rektor Unnes, Fathur Rokhman untuk menghentikan segala tindakan yang dianggap antidemokratis. Selain itu, mereka juga menuntut agar semua pihak senantiasa menjunjung tinggi marwah kampus dengan memisahkan kepentingan pribadi dan lembaga.

“Ketika akun instagram Unnes kok mengunggah permasalahan pribadi Pak Rektor, kan itu tidak ada hubungannya dengan lembaga,” jelas Mustaqim.

Sementara Saiful Amin, perwakilan alumni FMIPA, berharap masalah dalam lembaga dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan, bukan dengan pelaporan kepada pihak luar.

Pertemuan antara Alumni Unnes Menggugat dengan pihak birokrat (12/3).

Penyerahan bunga dan rilis pernyataan sikap yang diterima Abdurrahman, Wakil Rektor Unnes Bidang Kemahasiswaan, akan diteruskan ke Rektor Unnes.

“Masukan ini cukup bagus, nanti akan kami teruskan ke pak rektor dan kami diskusikan,” ucap Abdurrahman.

Fathur Rokhman yang pada kesempatan tersebut tidak hadir disebutkan oleh Abdurrahman sedang melakukan perjalanan ke Jakarta.

Setelah menyampaikan aspirasinya, Alumni Unnes Menggugat meminta tindak lanjut pihak kampus dengan memberi balasan pernyataan sikap tersebut.

“Akan kami hubungi, sebagai balasan dari rektor nanti bagaimana,” ucap Abdurrahman.
Aksi ini akan terus dikawal sembari menunggu aksi-aksi yang lain.

“Kami akan terus mengawal sembari akan ada aksi-aksi lanjutan dari alumni juga,” ujar Mustaqim.

Reporter: Safinatun Nikmah

Editor: Niamah