Pencak silat desa Gondoriyo
Salah seorang peserta Gondoriyo Pencak Silat Championship (GPS Cham) sedang menampilkan bakatnya di depan juri [Doc. Penulis]

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 1 Universitas Negeri Semarang Desa Gondoriyo,  Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang menyelenggarakan kegiatan Gondoriyo Pencak Silat Championship (GPS Cham) 2020, Minggu (16/2).

Kegiatan ini bertujuan mewadahi keterampilan-keterampilan pencak silat tahap awal anak-anak Desa Gondoriyo. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak dari SD hingga SMA ini diselenggarakan di Gedung Olahraga Desa Gondoriyo.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh Kepala Desa Gondoriyo, Dewan Cabang Ranting PSHT, peserta dan warga Desa Gondoriyo serta panitia dari tim KKN Alternatif Unnes 2020. Dibunyikannya gong oleh Kepala Desa menjadi tanda acara telah dimulai.

Satu persatu peserta menunjukkan keahliannya dalam pencak silah khususnya seni di depan para juri secara berurutan dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah menengah Atas. Di penghujung acara ditutup dengan penganugrahan kepada juara oleh Kepala Desa Gondoriyo.

Ketua pelaksana, Muhammad Syariffudin mengatakan bahwa kegiatan semacam ini baru pertama kali dilakukan di Gondoriyo, akan tetapi antusiasme anak-anak Desa Gondoriyo sudah lumayan baik. Ditambah mereka belum pernah mendapatkan apresiasi atas jerih payah mereka berlatih. Sedangkan mau ikut event luar, mereka masih kurang percaya diri.

Arisno selaku Kepala Desa Gondoriyo berharap agar kegiatan semacam ini bisa terus dipertahankan dan dikonsep semakin baik,

“Melalui kegiatan GPS CHAM 2020 semoga anak-anak Desa Gondoriyo mempunyai semangat dan semakin gigih berlatih supaya berani bersaing prestasinya, tidak hanya di tingkat desa namun keluar hingga Nasional.” Ujarnya.

Penulis: Tim KKN Alternatif Unnes

Editor: Hayyun Fajar