Dinding peringatan “Awas Maling”
Kasus
pencurian yang terjadi di kawasan kampus membutuhkan sikap waspada setiap warga
Unnes. Pelaku pencurian hampir selalu memanfaatkan kelengahan korban sebelum
menjalankan aksinya. Laptop yang ditinggal ibadah, motor yang diparkir, helm di
motor, handphone di kamar dan berbagai gawai (alat) lainnya biasa menjadi
target pencurian.
Salah
satu korban pencurian adalah Dedi Wahyu Hartanto, mahasiswa Jurusan Bimbingan
dan Konseling mengungkapkan, pelaku pencurian mengakibatkan warga Unnes semakin
resah. Smartphone yang baru dibelinya tiga bulan raib saat ditinggal sejenak di
Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). “Sebenarnya, pintu telah kami kunci.
Kemungkinan pencuri mengambil melalui jendela menggunakan kayu untuk menarik
handphone yang tengah saya charge,” tuturnya.
Sementara
itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Ramdan menyatakan, tindak pencurian
sangat merugikan mahasiswa. Ia telah kehilangan dua buah laptopnya secara
beruntun di rumah kosnya. “Kalau dibiarkan berlarut-larut tentu sangat
berbahaya,” tuturnya.
Banyaknya
tindak pencurian di area kampus, menurut Dedi, membutuhkan sistem keamanaan
yang baik, salah satunya melalui pengadaan CCTV. “Tapi tetap mesti waspada itu
yang terpenting,” jelasnya.

Aji
Ilham, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2014 menyatakan,
sempat diberi pesan orang tua supaya berhati-hati untuk menjaga setiap
barang-barangnya. Mahasiswa asal Tegal itu menambahkan, pencurian menimbulkan
keresahan. “Sehingga harus waspada,” katanya. Kesadaran dan kewaspadaan setiap
mahasiswa diperlukan dalam rangka turut menjaga dan mengamankan barang-barang
pribadinya setiap saat. Irkham