Afad tampak sumringah saat ditemui setelah wisuda selesai (25/2)
BP2M Mochammad Najmul Afad, menjadi wisudawan
terbaik  periode I Unnes dengan IPK 3,87.
Ia berhasil menyelesaikan studi selama 3 tahun 4 bulan 29 hari berkat usaha sepenuh hati dan fokus dalam menggarap Skripsi.
Mahasiswa Fakultas Ilmu sosial, Jurusan
Sosiologi dan Antropologi ini mengaku sangat antusias  melakukan riset yang berjudul ‘Konstruksi
Identitas ‘Nahdhatul Ulama’ dalam peringatan maulid Kanzus Sholawat Kota
Pekalongan’, ketika ditemui di lapangan
rektorat Unnes, beberapa saat setelah acara wisuda berlangsung. Riset
tersebut sekaligus menjadi judul skripsinya.
Mahasiswa yang lahir di Batang, 19 juni 1993
ini menambahkan, riset sosial yang dilakukannya memberikan beberapa keuntungan bagi dirinya.
“Ada beberapa orang yang menawarkan
beasiswa saat proses melakukan penelitian itu,” katanya ketika diwawancarai
yang masih lengkap dengan toganya.
Tak ada yang menyangka, Afad yang awalnya berencana setelah lulus S1 akan bekerja, memiliki keinginan untuk melanjutkan S2 ke UGM bahkan universitas di Belanda. Sebagai langkah awal dia akan belajar di Pare, untuk melatih dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisnya sebagai bekal ke depan.
Afad
bercerita, dia selalu berusaha menyelesaikan apapun dengan rasa cinta untuk menghasilkan hasil yang memuaskan. “Selama mahasiswa bisa berpikir positif,
maka akan berdampak positif”, tuturnya. Sikap
positif tersebut ia dapat dari beberapa pihak yang turut membantu, salah satunya Asma Lutfi, dosen pembimbingnya.
“Pernah suatu hari, kepala saya dipegang
oleh beliau, karena hasil skripsi saya jelek,” Afad mengaku sambil memegang
kepala, memeragakan perkataannya.
Perjalanan kehidupan mahasiswa yang juga
penulis buku ‘Jadi Guru itu Membosankan’ ini, juga tidak luput dari beberapa
prestasi yang ia raih, yakni juara 1 lomba TUB PBB Tingkat Kabupaten tahun 2010, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) DIKTI 2011 ‘Pondok Kreatif sebagai Wahana Pengembangan Akademik
Berwawasan Islami dan Pengembangan Keterampilan, dan PKM ‘Lincak steel’ Sebagai Wahana
Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Lokal.

“Saya sangat bersyukur diberi nama Muhammad Najmul Afad yang artinya bintang yang bersinar, dengan itu saya
berharap dapat memancarkan segala kebaikan ke semua mahasiswa, jurusan sos-ant
khususnya” tutur mahasiswa yang mengaku pernah
skeptis gila saat menyelesaikan sripsi
mengakhiri obrolan. (Eva Rafiqoh)

Editor : Ika Nur Amalia