Sumber : www.tribunnews.com





BP2M – Mayat seorang laki-laki ditemukan tewas di halaman
lapangan tennis Indoor Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) oleh
mahasiswa Unnes, Khoirul Mustakim, Kamis (02/07). Polisi kesulitan melacak
identitas korban karena
tewas dalam kondisi telentang
dengan mengenakan kemeja berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam.

“Tadi saya lagi joging. Terus ngelihat dia (korban-red)
terbaring di situ. Saya pikir orang mabuk, tapi setelah dicek sama orang-orang
ternyata sudah tewas,” kata salah seorang saksi mata, Muhammad syarif (23)
warga Pongangan Gunungpati, Semarang.
Karena takut, oleh warga, temuan tersebut langsung dilaporkan
ke pihak yang berwajib. Kemudian petugas Polsek Gunungpati dan tim Inafis
Polrestabes Semarang yang datang ke lokasi kejadian langsung memasang garis
polisi dan melakukan identifikasi terhadap jasad korban.
Awalnya petugas tidak menemukan tanda pengenal di sekitar
jasad korban. Hanya ditemukan satu buah ponsel Blackberry dan sepeda motor
Honda Supra H 2423 MG milik korban.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan kami korban
terkena serangan jantung. Berdasarkan identifikasi, ia sudah 8 jam meninggal,”
kata Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi di lokasi kejadian.
Selanjutnya, guna mengetahui secara pasti penyebab kematian
pria tersebut, jasadnya dibawa ke RSUP Kariadi Semarang untuk diautopsi.
Setelah beberapa lama
dilakukan pelacakan kembali, akhirnya identitas diketahui melalui ponsel milik
korban. Diketahui mayat tersebut bernama Nurul Rahma Huda (19), salah satu
pelajar SMK Muhammadiyah 2 Semarang.
Kabar dari
Media Tribun Jateng, Kamis
(2/7/2015), diketahui korban dianiaya oleh tiga orang pelaku hingga tewas
karena adik satu salah satu pelaku dendam lantaran korban pernah menendang adik
F hingga menangis. Tiga pelaku saat
ini sudah diamankan oleh Tim Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin AKP
Kadek Adi dan Aiptu Tony Hendro. Ketiga pelaku, dua diantaranya masih di bawah umur yakni
F (17) dan N (13). Satu pelaku lainnya bernama Aulia (28).
Namun,
menurut orang tua korban, Huda memiliki riwayat penyakit jantung. Menurut
penuturan Ipda Suroso saat ditemui di Polsek 
Gunung Pati., orangtua korban telah merelakan untuk tidak diotopsi. Korban keluar rumah Rabu malam pukul
22.00 WIB untuk izin kumpul remaja masjid, esok harinya korban ditemukan tewas
pukul 06.00 WIB. Ditemukan barang bukti berupa ponsel BlackBerry dan sepeda
motor berplat H 2432 MC.
“Korban ditemukan
dalam kondisi tubuh membiru dengan sepasang sandal yang didudukinya.  Saat ini jenazah sudah dibawa pulang ke rumah
keluarga korban di Jalan Tumpang 1 RT03/RW09 Kelurahan Gajah Mungkur, Semarang,”
terangnya.

Diolah dari beberapa
sumber.