Nanang sempat menyinggung pergerakan mahasiswa. [Doc.BP2M/Susi]
Sebanyak
150 mahasiswa Unnes dari berbagai jurusan menghadiri “Ngampus Sehari Bareng
KPK-RI”, Senin (30/5). Perwakilan KPK, Nanang,
dalam kuliah umumnya mengatakan, mahasiswa tidak boleh egois. “Sejarah bangsa
Indonesia tidak bisa terlepas dari sejarah mahasiswa. Mahasiswa Era Reformasi,
harus tahu apa yang menjadi inti dari pergerakan yang dilakukan.”
Ngabiyanto,
Pembina BEM-KM, dalam sambutannya sempat menyinggung tentang pergerakan
mahasiswa Unnes yang menolak SPI. Menurut Nanang, tidak ada yang salah dalam
setiap pergerakan, namun perlu digarisbawahi bahwa setiap pergerakan mempunyai
inti. “Jangan sampai seorang mahasiswa ditanyai bergerak untuk apa, jawabannya hanya
saya dan Tuhan yang tahu. Itu kan aneh.”
           
Inti
pergerakan yang dapat diambil mahasiswa saat ini adalah melaksanakan dua dari
lima amanat Reformasi yang belum terlaksana. “Penegakkan supremasi hukum dan
perwujudan pemerintahan yang bersih dari KKN,” tutur Nanang.
         

Nanang
mencontohkan terkait SPI. Sebenarnya demonstrasi yang dilakukan mahasiswa
sah-sah saja di iklim demokrasi, hanya saja masih ada cara lain yang bisa
ditempuh. “Cobalah bermain dengan data. Kumpulkan sebanyak mungkin data. Selalu
ingat kunci penegakkan korupsi: transparansi, akuntabilitas, dan akuntabilitas.
Apabila misalnya pihak yang terlibat SPI ada itikad menyembunyikan data dari
publik, ada kemungkinan korupsi.” [Susi]