Ilustrasi jadwal pelaksanaan PPAK. [Ilustrator BP2M/Gallah]

Audiensi antara panitia PPAK dari birokrasi Unnes dan mahasiswa (9/7) menghasilkan kesepakatan bahwa PPAK Universitas dilaksanakan pada 5-6 September 2020. Sementara PPAK Fakultas diselenggarakan pada 12-13 September 2020. Pelaksanaan ini mundur dari jadwal semula yaitu tanggal 3-4 September 2020.

Panitia PPAK Unnes dari mahasiswa menganggap bahwa hasil audiensi tersebut masih kurang maksimal. Afwan Maulana, ketua PPAK Unnes, mengatakan bahwa PPAK Universitas maupun PPAK fakultas seharusnya dilakukan sebelum perkuliahan dimulai.

“Menurut jadwal, kuliah mulai dilaksanakan tanggal 7 September 2020, itu berarti PPAK Fakultas akan dilakukan saat perkuliahan sudah dimulai. Sedangkan PPAK adalah kegiatan pengenalan kampus kepada mahasiswa baru, jadi harusnya serangkaian kegiatan PPAK sudah selesai sebelum perkuliahan dimulai,” tulis Afwan ketika dihubungi via pesan WhatsApp (12/8).

Presiden Mahasiswa Unnes, Muhammad Fajar Ahsanul Hakim, menilai pemunduran jadwal PPAK tersebut kurang ideal.  Menurutnya hal ini dapat menyebabkan proses pengenalan fakultas maupun jurusan akan terhambat. Selain itu, mahasiswa baru dikhawatirkan tidak akan mengikuti kegiatan PPAK dengan baik karena sudah harus fokus mengikuti perkuliahan.

“Biasanya PPAK itu dilaksanakan sebelum kuliah berlangsung, dalam artian belum masuk ke pelajaran,” kata Fajar saat dihubungi via telepon (12/8).

Ia juga mengatakan bahwa penyambutan mahasiswa baru seharusnya dilakukan sebelum perkuliahan untuk mengenalkan elemen-elemen dan instrumen-instumen yang ada di kampus. Hal ini bertujuan agar mahasiswa baru mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan perguruan tinggi.

“Ini hanya sebatas seremoni kalau bicara PPAK baik sebelum dan setelah perkuliahan berlangsung, hanya saja seremoni itu menjadi hal yang penting untuk membuat kita paham (mengenai kampus),” ujarnya.

Tidak Ada Opsi untuk Pemunduran Jadwal Kuliah

Afwan mengatakan bahwa poin tuntutan pemunduran jadwal kuliah perdana tidak dipenuhi  pada saat audiensi. Ia menyampaikan bahwa alasan birokrat menolak tuntutan ini karena pelaksanaan kuliah perdana sudah dijadwalkan mundur. Kuliah perdana seharusnya diselenggarakan di bulan Agustus 2020. Selain itu, Surat Edaran tentang jadwal prasemester gasal tahun akademik 2020/2021 sudah dirilis sebelum audiensi dilaksanakan. Hal ini mengakibatkan jadwal perkuliahan tidak bisa diganggu gugat.

Sebelumnya, telah beredar draf jadwal PPAK 2020 pada 2 Juli 2020 yang berisi bahwa PPAK universitas dan fakultas dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 September 2020. Panitia PPAK Unnes dari mahasiswa menilai rundown acara yang tertera dalam draf tidak memberikan ruang yang cukup untuk mahasiswa. Selain itu birokrasi telah merilis draf jadwal PPAK tanpa melibatkan panitia mahasiswa dalam pembuatannya. Mereka kemudian meminta audiensi terkait hal tersebut.

Dilansir dari kompas.com (5/5) kalender akademik perguruan tinggi tahun 2020/2021 diupayakan agar tidak berubah. Demikian pula pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) yang tetap dilaksanakan pada 5-12 Juli 2020. Namun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memutuskan bahwa pengumuman UTBK-SBMPTN diundur hingga 14  Agustus 2020 yang seharusnya dilaksanakan pada 25 Juli 2020.

Perubahan jadwal pengumuman ini membuat perguruan tinggi, terutama yang melaksanakan Seleksi Mandiri, perlu melakukan penyesuaian ulang.

Mengenai audiensi panitia PPAK ini, kami juga meminta penjelasan kepada Ketua Panitia PPAK dari birokrasi. Namun belum ada respons hingga berita ini terbit.

Fajar mengatakan bahwa dengan dilaksanakannya PPAK secara daring, dibutuhkan jaringan internet yang kuat dan stabil. Dalam hal ini, panitia PPAK telah melakukan diskusi untuk mencarikan solusi.

“Teman-teman panitia PPAK mahasiswa sempat ngrobrol tapi arahnya belum resmi, sedang berjuang untuk nanti mahasiswa baru akan mendapatkan kuota (internet),” kata Fajar.

Mengenai sistem PPAK 2020, Afwan menjelaskan bahwa PPAK akan tetap dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting. Saat ini panitia tengah mempersiapkan logo, maskot, video teaser, serta podcast yang akan ditampilkan di Instagram secara berurutan.  Sementara jadwal dan konsep PPAK masih terus dibahas oleh panitia dari mahasiswa dan birokrasi.

Reporter: Wiyar Ageng M., Wahidatul Hanifah, Alya Aulia N.

Editor: Amilia Buana Dewi Islamy