Aliansi Mahasiswa Unnes menggelar Sidang Civitas Akademika di depan auditorium Unnes (30/3). [Dok. BP2M/Naufal]

Selasa (30/03/2021), mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unnes menggelar Sidang Civitas Akademika. Mereka melakukan aksi di depan Auditorium Unnes yang didampingi oleh Wirawan, Wakil Dekan III Fakultas Teknik. Mahasiswa diizinkan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan ke pihak pimpinan Unnes.

“Kita akan melakukan sidang di luar untuk Civitas Akademika. (Yang) membawa sembilan permasalahan di Unnes, dari represifitas sampai obral gelar honoris causa. Tak lupa, juga mengenai UKT murah. Kami berharap untuk segera ditindaklanjuti atas tataran masalah kampus,” ucap Michael Hagana, selaku pemimpin sidang.

Sidang mahasiswa ini sebagai ruang diskusi yang menjelaskan masalah dan tuntutan dari tiap fakultas. Aliansi Mahasiswa Unnes meminta klarifikasi dan tindak lanjut dari tuntutan yang sudah diberikan.

Franscollyn Mandalika bertemu dengan pimpinan Unnes untuk memberikan pakta integritas. [Dok. BP2M/Naufal]
Adapun sembilan tuntutan tersebut, di antaranya persoalan mengenai represifitas, lingkungan hidup, evaluasi pembelajaran jarak jauh di kampus, urgensi penanganan kekerasan seksual, sarana prasarana kampus, kasus plagiarisme, komersialisasi PTN, bantuan langsung bagi mahasiswa, dan obral pemberian gelar honoris causa.

Setelah mendengar penyampaian aspirasi dan keresahan tiap fakultas, Wirawan mengatakan bahwa pihak birokrasi akan segera menindaklanjuti tuntutan, terutama masalah kekerasan seksual dan persoalan sampah. Pihak birokrasi juga meminta Kemendikbud untuk mempercepat proses vaksinasi agar pembelajaran tatap muka di kampus dapat segera dilakukan. Pihak birokrasi akan menampung semua saran dan berusaha komunikatif.

Pukul 11.09 WIB, Aliansi Mahasiswa merangsek ke depan Auditorium. Hal ini dilakukan untuk mendesak Fathur Rokhman—Rektor Unnes—yang tidak menghadiri Sidang Civitas Akademika. Namun, hanya Franscollyn—Wakil Presiden Mahasiswa—yang bisa masuk ke dalam guna memberikan pakta integritas untuk ditandatangi.

“Perihal semua masalah dan pakta integritas, (akan) ditandatangani setelah dipelajari (oleh) beliau (Fathur Rokhman). Untuk mengawal isu, (hanya) menerima delapan tuntutan saja. Rabu besok (31/3) akan ada bahasan kekerasan seksual. Pakta integritas akan terus di-follow up, kecuali plagiasi Bapak (Fathur Rokhman) tidak setuju,” jelas Franscollyn usai keluar dari auditorium.

 

Reporter: Amanda & Naufal

Editor: Laili

Tinggalkan Balasan