Foto Album K-12 [Sumber: Primevideo.com]

Oleh: Dika Rama Prasetyo

Identitas Lagu

Judul : Orange Juice
Penyanyi : Melanie Martinez
Album : K-12
Tanggal Rilis : 6 September 2019
Genre : Alternative Pop, Electro-Pop
Durasi : 3.37 menit
Pencipta : Melanie Martinez, Michael Keenan
Produser : Michael Keenan

Hal apa yang pertama kali terbesit di kepala Anda acap kali mendengar jus jeruk? Tentu langsung terbayang visual sebuah minuman dari sari buah jeruk yang menyegarkan bukan? Apalagi jika ditambah sedikit gula dan beberapa kubus es batu. Wah, bikin haus, ya! Namun, hal ini dipandang berbeda oleh musisi asal Amerika Serikat Melanie Martinez, lho! Alih-alih minuman segar pelepas dahaga, justru frasa ‘jus jeruk’ (orange juice) ini dipakai olehnya untuk mewakili bulimia.

Dilansir dari Alodokter.com, bulimia adalah gangguan makan (eating disorder) yang disebabkan oleh ketidakpuasan akan bentuk tubuh, sehingga berdampak terhadap perilaku serta emosi seseorang dalam memandang makanan.

Lagu “Orange Juice” menjadi gambaran nyata situasi saat ini yang tengah gencar membicarakan tren kecantikan. Terlebih bagi kaum feminin yang berambisi untuk menjadi cantik agar mendapatkan validasi dari orang lain. Tak ayal, berbagai hal yang terkesan di luar nurul, eh, maksudnya di luar nalar pun kerap kali dilakukan demi pengakuan itu, walaupun pada akhirnya menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri.

Melalui lagu tersebut Melanie Martinez mencoba menguak sisi lain ihwal cantik yang butuh pengorbanan. “Orange Juice” merupakan track kesembilan dalam studio album kedua miliknya, K-12. Adapun, video musik lagu “Orange Juice” dapat disaksikan dalam rangkaian visualisasi film album K-12 berjudul serupa, yakni K-12 (The Film). Sebagai sutradara sekaligus beradu akting pada film (video musik) besutannya itu, lagu “Orange Juice” mengisahkan tentang fenomena bulimia yang diderita oleh temannya, Fleur. 

Dalam lagu bercerita tentang perjuangan teman Melanie, Fleur yang mengidap bulimia. Fleur merupakan salah satu anggota geng yang diketuai Kelly–sosok yang digambarkan paling menawan, cantik, dan cerdas. Perfect lah istilahnya! Jadi, nggak heran kalau dia menjadi leader Kelly’s Gank yang selalu dipuja oleh teman-temannya. Akan tetapi, dengan privilege yang dimilikinya itu membuat Kelly mematok standar kecantikan bagi para anggota gengnya. Mereka dituntut harus perfect layaknya Kelly supaya tidak didepak dari circle-nya. “Lo cantik. Lo temen gue!” Kurang lebih begitu. 

Nah, hal itu lah yang membuat Fleur ke-trigger dan membenci dirinya sendiri sebab merasa tidak begitu cantik agar tetap diakui sebagai bestie-nya Kelly. Penggalan lirik, “You turn oranges to orange juice” ‘Kamu mengubah jeruk menjadi jus jeruk’ kemudian dilanjutkan lirik, “Into there, then spit it out of you” ‘Ditelan, lalu mengeluarkan darimu’ sejalan dengan perilaku penderita bulimia yang kerap kali memuntahkan makanan setelah makan, yang tentunya berupa wujud yang sudah tidak utuh seperti semula.

Menyaksikan temannya terjangkit bulimia, Melanie tidak tinggal diam. Melanie berusaha menyadarkan Fleur bahwa pada dasarnya tidak apa-apa untuk tidak menjadi sempurna. Justru, ketidaksempurnaan itu lah yang pada akhirnya membuat kita sempurna. “Your body is imperfectly perfect” ‘Tubuhmu sempurna saat tidak sempurna’ lantun Melanie. Melalui “Orange Juice”, Melanie seakan menepis stigma yang mengakar di masyarakat bahwasanya menjadi sempurna diinterpretasikan harus cantik. Kita seperti lupa, memenuhi ekspektasi orang lain demi mengejar validasi eksternal tidak selamanya membuat kita bahagia. Definisi menjadi lebih baik (cantik) memang perlu effort, tetapi bila jatuhnya menyakiti diri sendiri, buat apa juga, kan?

Tanpa kita sadari, fenomena bulimia ini sudah banyak terjadi. Nahasnya, kebanyakan kasus bulimia bermula dari perundungan fisik (body shaming). Persepsi masyarakat dengan berbagai standar menurut mereka yang bisa dibilang sangat melenceng memicu kestabilan mental orang lain, membekas, bahkan menyisakan trauma. Korban perundungan akan mempertanyakan kebenaran akan bentuk tubuh mereka yang tak sesuai  keinginan. Nyatanya, Melanie pun concerne tentang hal ini! Lirik, “The way you look is not an issue” ‘Penampilanmu tidak menjadi masalah’ menjadi angin segar bagi perempuan-perempuan di luar sana yang masih suka insecure dengan tubuh mereka sendiri. So, don’t be worry, ‘cuz all the women are totally beautiful!

Secara keseluruhan, lagu “Orange Juice” karya Melanie Martinez ini sangat patut diapresiasi. Bukan hanya dari segi melodi hingga lirik yang easy listening, tetapi penggambaran isu yang cukup berat seperti fenomena bulimia dapat diwakilkan oleh jus jeruk (orange Juice). Hal tersebut sukses memukau para pengagum karya musik. Keren! Objek sederhana disulap oleh Melanie menjadi sesuatu yang kaya akan makna terselubung, termasuk fenomena sosial yang sering terjadi di tengah masyarakat saat ini, antara menjadi cantik dan bulimia.

Namun, lirik repetitif, “Eeeh ahh ee ahh, OJ” yang ditempatkan pada bagian post-chorus dinilai terlalu banyak pengulangan sehingga terkesan cukup membosankan. Terlebih lagi, penambahan voice changer yang sangat berbeda dari karakter suara asli Melanie membuat lirik repetitif itu terdengar annoying.

Lagu “Orange Juice” milik Melanie Martinez cocok didengarkan oleh kalangan yang istilahnya masih struggling with their insecurities: about their bodies! Lantunan merdu khas Melanie, lirik sederhana nan easy listening hingga makna mendalam terkait bulimia menjadi perpaduan epik yang patut diacungi jempol. Lewat lagu ini Melanie berhasil menguak tentang  menjadi cantik tanpa harus menyakiti diri sendiri dengan diwakili oleh “Orange Juice” alias jus jeruk. Seperti halnya pesan Melanie pada lirik, “I wish I could tell you that you’re fine, so fine” ‘Kuharap aku bisa memberitahumu bahwa kau baik-baik saja, sangat baik.’

 

*Mahasiswa Sastra Indonesia Unnes 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here