Kampus yang semestinya menjadi tempat
menimba ilmu tak luput menjadi sasaran tindak pencurian. Pasalnya, berbagai
barang yang dibawa mahasiswa mengundang orang-orang yang “panjang tangannya”
untuk memperoleh sesuatu secara cepat.
Kejadian hilangnya barang-barang seperti
laptop, motor, dan barang berharga lain membuat resah warga Unnes. Widi
Widayat, Kepala Bagian Umum Badan Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK)
menyatakan, pihak Unnes telah memberi himbauan supaya berhati-hati dan menjaga
barang bawaannya secara pribadi. “Seperti tulisan-tulisan yang tertempel di
beberapa musala,” tuturnya, Rabu (13/8). Upaya itu ditempuh dalam rangka
meminimalisir kejadian kehilangan di area kampus.
Penjagaan di beberapa titik tertentu sudah
diupayakan semaksimal mungkin. Termasuk adanya penjagaan parkir kendaraan 24
jam di wilayah gedung G, gedung H, juga GSG. Kebijakan ini mensyaratkan
pengendara yang hendak meninggalkan wilayah tersebut supaya menunjukkan Surat
Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Penjagaan hanya dilakukan di beberapa
titik tertentu dengan adanya satpam, termasuk petugas parkir di wilayah parkir
kendaraan,” tutur Widi. Sementara itu, CCTV sebagai pemantau yang dipasang di
wilayah tertentu pun belum menjamin penuh keamanan wilayah yang bersangkutan.
Justru pengamanan pribadilah yang perlu ditingkatkan.
Kasus kehilangan, lanjut Widi, yang
terjadi di luar titik penjagaan merupakan tanggung jawab pribadi. “Jika hal
tersebut (pencurian-red) terjadi di titik penjagaan, barulah Unnes akan bertanggung
jawab untuk melaporkan ke pihak berwajib yang selanjutnya akan ditangani pihak
kepolisian,” terangnya.
Widi berharap, supaya semua warga Unnes,
terutama mahasiswa dapat berinisiatif untuk selalu berhati-hati dan
memaksimalkan penjagaan secara pribadi. Kasus pencurian di Unnes, cenderung
disebabkan karena kelalaian pribadi masing-masing. “Berkaitan dengan kejadian
kehilangan di musala atau kos, seharusnya menjadi tanggung jawab pribadi
masing-masing,” jelasnya. Ika