Babak Final Olimpiade Kimia Unnes 2015 (24/10) [Doc. Ika]

Berkembangnya
zaman, sejalan dengan perkembangan teknologi. “Sayangnya perkembangan yang
berjalan ini, tidak dibarengi dengan pencegahan dampak negatifnya,” tutur Yogo
Setiawan, Ketua Panitia Olimpiade Kimia Unnes (Okines) 2015 (24/10).
Tahun ini, Okines
mengangkat tema Perkembangan Teknologi yang Ramah Lingkungan. “Melihat
banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi saat ini,
maka kami pilih untuk mengangkat tema teknologi ramah lingkungan.”
Selanjutnya tema ini
direalisasikan melalui aplikasi android yang berkaitan dengan pembelajaran Kimia.
Aplikasi android tersebut dikenalkan kepada setiap peserta Okines dari berbagai
SMA tingkat Nasional. Seleksi tahap satu Okines terbagi menjadi 12 wilayah
regional meliputi Kudus, Jakarta, Bali, Surabaya, Jember, Tegal, Yogyakarta,
Solo, Purwokerto, Bandung, Semarang, dan Lampung.
50 peserta yang lolos
tahap satu kemudian menjalani tes seleksi tahap dua di Unnes, Sabtu (24/10). Tahapan
berikutnya ialah babak final yang diikuti oleh lima orang finalis yang berhasil
lolos seleksi tahap dua.
Games Edukasi Jadi Pembeda Okines

Babak final dalam
Okines meliputi tiga sesi yang terdiri dari praktikum, games edukasi, dan soal rebutan. “Game edukasi menjadi pembeda
Okines dengan olimpiade yang lain,” kata Dwi Kurniawati selaku Sie Acara
Okines.
Menurut Dwi, selama
tahap seleksi regional peserta yang hadir sudah dikenalkan dengan game edukasi
ini. “Ini dilakukan agar setiap peserta yang mendaftar tau kebedaan Okines
dengan olimpiade lainnya. Dwi menambahkan, selama ini hanya peserta yang sampai
di babak final saja yang tahu tentang games
edukasi ini.
Games
ini sendiri dibuat oleh sekelompok mahasiswa Jurusan Kimia yang tergabung dalam
CCC (Chemistry Club Computational). “Setiap
tahun, selalu ada inovasi dan perbaikan untuk games edukasi yang dibuat,” tutur
Dwi.
Piala
Bergilir Okines

Agung Hanifianto R. juara satu Okines 2015 (24/10) [Doc. Ika]
Piala bergilir
Kemendikbud yang diperebutkan setiap tahunnya, berhasil diraih oleh Agung
Hanifianto R. Siswa kelas dua belas asal Sekolah Menengah Analisis Kimia Bogor
ini, berhasil mendapatkan poin terbanyak di babak final mengalahkan keempat
finalis lainnya. Agung yang datang ke Unnes bersama keempat temannya dan
seorang guru pendamping mengaku senang dan sangat bersyukur dapat meraih juara
satu di Okines 2015.

“Ini pertama kalinya
saya ikut Okines, dan Alhamdulilah mendapatkan juara,” tutur Agung. Kesukaannya
pada Kimia menjadi motivasi terbesar dia meraih kemenangan. “Ke depan saya
bercita-cita ingin jadi peternak yang sukses,” cerita Agung sembari tersenyum. (Ika Nur Amalia)