Meski Universitas Negeri Semarang telah meraih akreditasi A, berdasarkan laporan tahunan rektor tahun 2016 didapatkan bahwa dari 100 prodi mulai dari D3, S1, S2, maupun S3, sebanyak 36 prodi telah meraih akreditasi A, 40 prodi meraih B, dan sisanya masih C.

Bahasa dan Sastra Jawa Upayakan Peningkatan Akreditasi

Perjuangan untuk memperbaiki kekurangan terus dilakukan. Setiap prodi dituntut untuk senantiasa memperbaiki akreditasi. Misalnya saja, Prodi Pendidikan Bahasa Jawa dan Sastra Jawa, kedua Prodi tersebut merupakan salah satu dari Prodi yang masih berstatus akreditasi B. Walaupun demikian, Widodo selaku Kepala Jurusan (Kajur) BSJ terus berusaha untuk meningkatkan akreditasi. “Sebenarnya, perolehan total nilai akreditasi Prodi Pendidikan Bahasa Jawa baru mencapai 82 poin, nyaris 3 poin untuk meraih akreditasi A. Oleh karena itu, selama satu tahun kami tengah melakukan proses perbaikan agar bisa mencapai akreditasi A,” ujar Widodo.

Sebelumnya, Prodi Sastra Jawa telah mendapatkan akreditasi A, tapi sekarang posisinya turun menjadi B. Menurut Widodo, hal itu bisa saja terjadi karena antara asesor yang satu dengan asesor yang lain berbeda persepsi dalam mengisi borang akreditasi. “Kami akan tetap mengusahakan akreditasi Sastra Jawa untuk kembali pada jalur A karena prestasi-prestasi di jurusan itu diukur lewat akreditasi prodinya,” jelas Widodo.

Upaya Mempertahankan Akreditasi

Status akreditasi memang bisa menurun kapan saja. Lain halnya dengan Prodi Ilmu Hukum yang telah memperoleh akreditasi A, upaya mempertahankan akreditasi tetap dilakukan. “Kami berupaya untuk terus meningkatkan standar-standar akreditasi,” kata Martitah, Wakil Dekan Bidang Akademik, Fakultas Hukum (FH). Prodi ilmu hukum mendapat akreditasi A berdasarkan Surat Keputusan Nomor 324/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2015.

Merunut pada standar sumber daya manusia, jenjang pendidikan Strata-1 (S1) dalam sebuah Prodi minimal memiliki staf pengajar lulusan S2 dan satu staf pengajar S3. Fakultas Hukum memiliki sepuluh tenaga pengajar yang bergelar doktor. “Harapannya pada tahun 2018 Fakultas Hukum akan melakukan akreditasi tingkat Asia,” ungkap Martitah.

Akreditasi Prodi Baru

Unnes memiliki beberapa Prodi yang masih terakreditasi C, salah satunya adalah Pendidikan Bahasa Mandarin. Prodi termuda di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini baru dibuka pada tahun 2011 lalu. Prodi ini dibuka atas mandat dari kementerian pendidikan mengenai kebutuhan guru pendidikan bahasa Mandarin di beberapa sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan pihak jurusan untuk meningkatkan akreditasi Prodi diantaranya melalui peningkatan sumber daya manusia, yaitu dengan cara memperbanyak dosen kontrak dan atau CPNS, serta penambahan native speaker. Rencananya pihak jurusan akan mendatangkan dua native speaker pada bulan Agustus, dan mulai mengajar pada bulan September mendatang.

 Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tenaga pengajar profesional pun telah direalisasikan dengan dikirimnya enam mahasiswa ke China untuk studi S2. Beberapa langkah yang ditempuh pihak jurusan diharapkan dapat mempercepat proses akreditasi dan mampu menghasilkan tenaga kerja yang profesional dan berkualitas. [Tim Headline]