Ketua
MPR RI Zulkifli Hasan memberi pernyataan kepada wartawan usai memberikan orasi
ilmiah di Universitas Negeri Semarang. [Doc.BP2M/Dese]

Semarang,
linikampus.com
– Puncak perayaan Dies Natalis Universitas Negeri Semarang(Unnes)
ke-53 diselenggarakan pagi ini, 29 Maret 2018 di Auditorium Prof Wuryanto.
Acara bertema “Internasionalisasi Unnes merekat NKRI” ini turut dihadiri oleh
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang pada kesempatan tersebut menyampaikan orasi
ilmiah di hadapan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan para pejabat di
lingkup Unnes.

Dalam
orasi ilmiah tersebut, ada empat poin yang disampaikan. Pertama, Universitas
harus mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka dan bersatu.
Kedua,
tujuan sebuah Universitas adalah memakmurkan, dalam artian dapat melahirkan
lulusan-lulusan yang berkualitas demi kemakmuran bangsa.
Ketiga,
Unnes sebagai universitas harus mencerdaskan mahasiswanya. Mencerdaskan berarti
tidak mengeluarkan mahasiwa yang tidak mampu membayar SPP, melainkan bisa
membantu dengan beasiswa.
Selanjutnya,
Zulkifli berpesan agar bersama-sama turut andil dalam menjaga keutuhan dan
perdamaian NKRI, khususnya di tahun ini. Tahun 2018 disebut-sebut sebagai tahun
politik yang rawan terjadi gonjang-ganjing yang dapat mengganggu perdamaian
NKRI.
“Tujuan
kita bersama adalah menjaga perdamaian NKRI, caranya dengan merevitalisasi
nilai-nilai Pancasila,” tandas Zulkifli Hasan di hadapan para wartawan.
Rois
Saida Sanjaya, mahasiswa Geografi mengatakan, ini adalah pengalaman kali
pertamanya mengikuti acara Dies Natalis Unnes yang membuatnya bisa bertemu
secara langsung dengan pejabat-pejabat negara. “Hanya saja, saya sedikit kecewa
karena ketidakhadiran Bapak Jokowi,” ungkapnya.
Berbeda
dengan Rois, Mohammad Syifauddin, mahasiswa Pendidikan Geografi ini sangat
menyimak orasi ilimiah yang disampaikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Syifa
menyimpulkan orasi ilmiah tadi adalah suatu negara yang kuat tidak lahir dari
sumber daya alam yang melimpah, melainkan dari sumber daya manusia yang
berkualitas.
Persatuan
dan perdamaian bangsa itu sangat penting, bukan hanya melulu soal pembangunan
saja. “Saya setuju untuk merevitalisasi kembali marwah dari nilai-nilai
Pancasila demi perdamaian dan persatuan,” pungkas Syifauddin.

Pada
acara puncak Dies Natalis Unnes kali ini, turut hadir juga Menristekdikti .Mohammad
Natsir, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah
Heru Sudjatmoko, dan pejabat lainnya. [Dese]