Pasar Sawahan Kalongan
suasana Pasar Sawahan Desa Kalongan[Doc.pribadi penulis]

Mahasiswa KKN Alternatif 1 Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan program kerja di Pasar Sawahan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Semarang. Program kerja tersebut berupa penanaman bunga, Mobaling (Mobil Baca Keliling), dan Galaxy Narsis.

Aljawahir Agus Kristiono, Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades), menjelaskan bahwa Pasar Sawahan merupakan pasar tradisional yang terkesan unik di Desa Kalongan. Tidak hanya menjual makanan tradisional, tetapi penyajian serta penjualnya menggunakan pakaian tradisional seperti blangkon dan baju lurik. Jual beli dilakukan dengan menggunakan uang Uli, yaitu uang yang terbuat dari kayu berbentuk kotak dan diwarnai sesuai dengan nominal uang. Tujuan awal diadakannya Pasar Sawahan untuk melestarikan penanggalan jawa, serta membuat masyarakat tidak jenuh.

lapak penjual pasar sawahan
foto lapak penjual pasar sawahan di kalongan[Doc. Pribadi penulis]

 “Saya merasa sangat senang, di sini udaranya sejuk dan pemandangan sawah asri. Selain itu, juga terdapat banyak makanan tradisional yang dijajakan, seperti nasi jagung, ada juga minuman tradisional,” tanggapan Achmad Bagus, salah satu pengunjung saat mengunjungi Pasar Sawahan untuk yang pertama kalinya.

Mobaling (Mobil Baca Keliling)

Salah satu kontribusi mahasiswa KKN Alternatif 1 Desa Kalongan dalam acara Pasar Sawahan adalah kegiatan edukasi berupa Mobaling (Motor baca keliling). Mobaling dilakukan dengan cara memodifikasi motor dengan menambahkan keranjang di atas jok belakang, dan keranjang tersebut diisi dengan beberapa buku bacaan. Tujuan diadakannya kegiatan ini, mengenalkan koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Desa Kalongan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

Mobaling beroperasi menuju Pasar Sawahan mulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa KKN menempati salah satu lapak yang kosong untuk menggelar buku bacaan. Kegiatan Mobaling dilakukan pada 16 Januari dan 26 Januari.

Galaxy Narsis

Tidak hanya Mobaling (motor baca keliling), mahasiswa KKN Alternatif 1 Unnes juga mengadakan Galaxy Narsis, berupa ayunan yang dimodifikasi sebagai area berfoto. Kegiatan ini dilakukan pada 16 Januari, bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata atau yang biasa disebut dengan Pok Darwis.

Selain untuk membuat destinasi wisata yang ada di Desa Kalongan menjadi lebih ramai, Galaxy Narsis yang dibangun pada area Pasar Sawahan, juga bertujuan menambah area berfoto, utamanya bagi pengunjung agar tertarik datang ke destinasi wisata Pasar Sawahan, Desa Kalongan.

Penanaman Bunga dan Pemberian Pupuk

Kontribusi tim KKN Alternatif 1 Unnes berlanjut pada Sabtu, 1 Februari. Tim KKN melakukan program kerja penanaman pohon dan pemberian pupuk. Bekerja sama dengan Pokdarwis, bunga yang ditanam antara lain Bougenville, dan Alamanda. Lokasi penanaman pohon dimulai dari ujung depan gerbang Pasar Sawahan sampai ujung belakang, sedangkan pupuk yang digunakan berupa pupuk urea. Hal ini dilakukan untuk melestarikan lingkungan dan mempercantik area Pasar Sawahan.

Yarmuji, Kepala Desa Kalongan, mengatakan bahwa Pasar Sawahan memiliki banyak manfaat selain membantu perekonomian warga Desa Kalongan, juga bertujuan melestarikan budaya tradisional. “Saya berharap dengan adanya program kerja yang dilakukan tim KKN Unnes di pasar sawahan dapat menunjang sektor ekonomi dan pariwisata Desa Kalongan supaya dapat kenal masyarakat luas,” imbuh Yarmuji.

Penulis: Tim KKN Alternatif 1 Desa Kalongan

Editor:  Rona Ayu Meivia