Wisuda 102 Unnes
Pelaksanaan Wisuda ke-102 Unnes secara daring. [Dok. BP2M/Alya]

Sebanyak 627 mahasiswa dari delapan fakultas dan pascasarjana mengikuti upacara wisuda dalam jaringan (daring) pada Selasa (16/6). Upacara wisuda digelar via Zoom Meeting dan ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Unnes.

Dalam wisuda daring ini terdapat 9 wisudawan program doktor, 57 wisudawan program magister, 558 wisudawan program sarjana, dan 3 sarjana program diploma. Wisudawan tersebut lulus dengan rata-rata IPK lulusan 3,51. Namun, dalam program doktoral terdapat IPK tertinggi 4,00.

Upacara wisuda dibuka oleh Rektor Unnes, Fathur Rokhman. Dalam sambutannya, Fathur berpesan kepada para wisudawan agar selalu cinta pada NKRI, cinta, bangga, dan menjaga nama baik almamater Unnes, berkontribusi pada masyarakat, bangsa dan negara, serta tetap bertumbuh dan belajar sepanjang hari.

Pra-wisuda, Atribut dan Ijazah

Sebelum pelaksanaan wisuda daring ini, gladi bersih wisuda telah dilaksanakan pada Senin (15/6) pukul 13.00 WIB. Sementara itu, toga beserta kelengkapannya telah dikirimkan ke alamat masing-masing calon wisudawan selambat-lambatnya 8 Juni 2020.

“Toga dikirim dan tidak dipungut biaya. Dibantu oleh Unnes dan kopma (koperasi mahasiswa). Jadi wisudawan pakai toga dan didampingi orang tua,” kata Zaenuri, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.

Ia juga mengungkapkan, dalam wawancara via whatsapp (16/6), bahwa para wisudawan diberikan transkip legalisir masing-masing lima lembar. Transkrip tersebut dikirim ke rumah wisudawan masing-masing bersamaan dengan pengiriman toga

Apabila kondisi sudah membaik, wisudawan diminta untuk mengambil ijazah yang sudah dikelola oleh masing-masing fakultas. Selain itu, jika ada wisudawan yang rumahnya dekat maka dapat langsung mengambil ijazah dengan menghubungi pihak fakultas terlebih dahulu.

Rektor Unnes dan jajarannya saat mewisuda wisudawan. [Dok. BP2M/Alya]

Tanggapan Wisudawan

Figi, wisudawan dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) jurusan Psikologi memberikan tanggapan mengenai pelaksanaan wisuda daring melalui wawancara via whatsapp (16/6).

“Sebenarnya dari saya pribadi pelaksanaan wisuda daring ini bagus. Walaupun sebenarnya momennya pasti berbeda dengan wisuda offline, karena dalam wisuda offline sendiri bisa menyaksikan langsung upacara yang khidmat. Tapi keadaan yang belum mendukung di tengah pandemi ini, ya harus diterima saja apa yang menjadi ketentuan. Saya kecewa tapi tidak harus larut dalam kekecewaan ini,” ujar Figi.

Sementara itu, Isna Sofiatiun, wisudawan fakultas MIPA jurusan matematika mengeluhkan kendala seperti koneksi internet yang tidak stabil. Saat pembacaan nama-nama wisudawan, audio dari server pusat memang sempat mati.

“Alhamdulillah tadi berjalan cukup lancar, meskipun suara kadang hilang karena jaringan internet tidak stabil. Dan bukan hanya saya yang merasakan ternyata. Banyak teman-teman juga merasakan suara sering hilang,” ujar Isna.

Selain itu, ia juga berharap untuk pemindahan tali toga sebaiknya dilakukan orang tua karena ini merupakan wisuda daring. Menanggapi hal tersebut, Zaenuri menyampaikan bahwa kendala-kendala yang ada akan menjadi evaluasi untuk pelaksanaan wisuda berikutnya.

Wisuda daring yang berlangsung selama 1 jam 20 menit tersebut juga disertai dengan pembacaan janji wisudawan. Sedangkan, pemindahan tali toga dilakukan oleh wisudawan setelah rektor mewisuda seluruh wisudawan. Hal itu mengacu pada susunan acara dan tata tertib pelaksanaan wisuda daring yang dapat diakses melalui laman wisuda Unnes.

Reporter: Annisa dan Alya

Editor: Rona Ayu M.