Oleh
Turyati
Reporter
Express
 “Tidak peduli dari mana
kita berasal yang terpenting adalah di mana kita merencanakan tujuan kita,” begitulah kata-kata seorang
mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa ADS (Australian Development Scholarships) di The University of Adelaide, Australia. Kalimat ini saya ambil dari buku
“Semut Merah 75: Mengubah Dunia dari
Kisah Inspiratif“
.
Meskipun latar belakang
keluarga mahasiswa ini biasa saja.
Namun, prestasinya sungguh luar biasa. Semua
karena kerja keras yang luar biasa pula tentunya. Buku
inilah yang menginspirasi dan merubah konsep berfikir saya mengenai masa depan.
Apakah kita berasal
dari daerah terpencil dan tradisional? Apakah kita dulu bersekolah di sekolah
yang biasa saja? Kuliah di Perguruan
Tinggi(PT) yang sering dipandang sebelah mata oleh orang lain?
Sampai-sampai mereka memincingkan mata ketika mendengar  jurusan yang kita ambil. Tapi, mau jadi orang yang seperti apakah
kita?
Ketika kita berada
dalam kondisi dan nasib yang tidak seberuntung orang lain, terkadang
menimbulkan suatu kecemburuan. Lalu,
untuk apakah kecemburuan itu? Siapa yang menjamin mereka dengan IPK tinggi akan punya masa depan
yang baik?
Adakah
yang menjamin mereka yang sedang
menempuh studi
di PT
ternama sudah pasti akan jadi “orang” nantinya? Tidak ada! Tidak ada yang bisa menjamin semua
itu.

Mau jadi orang seperti
apa kita, semua bergantung dari apa yang kita lakukan. Kita adalah arsitek
untuk kesuksesan kita sendiri. Semangat, kerja keras dan belajar terus-meneruslah yang membuat
kita menjadi semakin kuat untuk segera menjemput masa depan yang gemilang.