Supriasi saat menggelar jumpa di ruang rapat GSG FIS sebab terlambat hadir
dalam bedah visi misi calon rektor, Rabu (2/7) (Foto : Juni)
Terlambatnya Supriadi mengikuti bedah visi misi calon
rektor hingga acara selesai, BEM berinisiatif menyelenggarakan dengan jumpa
terbatas. Bertempat di ruang rapat gedung serba guna FIS dan dihadiri
perwakilan mahasiswa, karyawan, dan dosen, Supriadi memaparkan visi misi dan
melakukan tanya jawab.

Ia mengatakan dengan raut kecewa ketika dibilang tidak
aktif oleh beberapa pihak di lingkungan Unnes. Utamanya suara santer dari
sebagian anggota senat dan badan pekerja, hingga munculnya lapor-melapor ke
polisi. “Saya di Jakarta sejak 2010 itu kan dipanggil Dikti untuk bertugas di
sana. Bukannya mangkir dari tugas yang dipasrahi di sini. Di sana pun saya
bekerja dan masih tetap melaksanakan tugas akademik di sini. Apa itu yang
disebut sebagai dosen tak aktif?”
Lelaki yang senang bernyanyi dan bermain badminton ini
mengatakan tak pernah berniat untuk menguasai Unnes. “Saya di sini atau di
Jakarta sebab tugas dan karena panggilan. Tak pernah saya mengajukan diri. Itu
semua kan bisa dilihat. Niat baik pasti akan berbuah baik,” terangnya dengan
nada tegas dan sorot mata yang tajam.
Supriadi yang mengusung konsep universitas sejati dan
kepemimpinan a la “ibuk” ini menggagas konservasi dengan kesadaran yang
sistinibel, tidak serakah dan ditujukan pada orientasi kehidupan yang
berkelanjutan. Dewi