Berdasarkan
hasil angket yang telah diisi oleh
sembilan puluh mahasiswa. Sejumlah 53
sampel polling menyatakan bahwa mahasiswa keberatan terhadap tarif peminjaman
gedung di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Hal tersebut menjadi salah satu kendala
dalam penyelenggaran acara atau kegiatan oleh Lembaga Kemahasiswaan (LK), Badan
Semi Otonom (BSO), maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Mahasiswa Keberatan
Adi Setiawan, Anggota UKM Korp Suka Rela (KSR)
Unnes mengeluhkan mahalnya biaya peminjaman Kampung
Budaya di Unnes. “Untuk mengajukan keringanan
susah. Kita sudah berusaha ke rektorat, tapi
bagi kami masih terlalu mahal,” tuturnya. Keluhan terkait hal tersebut
tidak hanya dirasakan oleh Adi, tapi juga mahasiswa Unnes lainnya. Dalam polling yang dilakukan oleh Penelitian dan
Pengembangan (Litbang) BP2M, 78 dari 90 mahasiswa merasa keberatan dengan adanya
biaya peminjaman ruang atau gedung.
Namun, hal itu kontras dengan pernyataan Martono, Wakil Rektor
Bidang Keuangan dan Administrasi. Menurut Martono, mahasiswa tidak perlu
mengeluarkan biaya peminjaman gedung di Unnes. “Tidak ada biaya sewa untuk
mahasiswa. Mereka
bebas untuk meminjam gedung manapun yang ada di Unnes. Biaya yang dikenakan
adalah biaya operasional, keamanan, dan kebersihan,” jelasnya. Sedangkan untuk biaya pemeliharaan
gedung sudah
dialokasikan oleh universitas dalam SK Rektor, Kamis (8/12).

Eko Febrianto, Kepala Sub Bagian Rumah Tangga juga mengatakan
hal serupa. Peminjaman ruang/gedung di tingkat Universitas tidak dipungut biaya.
Hanya
saja, jika peminjaman pada
hari libur terdapat uang kebersihan untuk petugas kebersihan.
“Ya, mereka dari pada
kerja pas libur mending tidur di rumah. Pihak universitas pun
tidak menganggarkan dana untuk
petugas kebersihan saat
ada acara
di hari libur.” Namun, Eko menegaskan dengan catatan kegiatan harus
berkaitan dengan akademik dan meningkatkan reputasi Unnes.

Kemudian mengenai perbedaan biaya kebersihan yang
dikenakan di tiap-tiap fakultas bukan tanggungjawab Universitas. Hal itu sudah
diserahkan sepenuhnya kepada tim pengelola gedung yang ada di fakultas. “Biaya
peminjaman gedung oleh mahasiswa sebenarnya bisa diatur oleh universitas
apabila masing-masing fakultas mengajukan besaran tarif yang kemudian bisa
didiskusikan bersama,” lanjut Martono. Namun hal itu belum direalisasikan. Pihak universitas sebatas mengatur biaya sewa yang berlaku
untuk pihak luar dan biaya pemeliharaan gedung pada hari biasa.

Kampung Budaya

Kampung Budaya adalah gedung yang didirikan
sebagai Laboratorium dan Pusat Eduwisata. Gedung yang berdiri di sebelah gedung B9 FBS ini dikelola oleh Tim Pengelola Kampung Budaya yang sebagian besar
berasal dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). “Sebenarnya semua gedung yang
berdiri di FBS gratis alias bebas biaya pinjam, hanya saja ada biaya untuk
mengganti kebersihan dan perawatan gedung,” ungkap Muhammad Jazuli, Wakil Dekan Bidang Administrasu Umum dan Keuangan FBS (14/10).
Tarif yang diberlakukan
untuk setiap pemakaian gedung bagi mahasiswa adalah enam ratus ribu rupiah per hari. Tarif tersebut
dialokasikan bagi petugas kebersihan, satpam, teknisi, dan administrasi. “Nominal
tesebut ditetapkan mengingat belum ada tenaga kerja tetap yang bekerja di
Kampung Budaya,” kata Sri Mulat, Pegawai
Bidang Administrasi Kampung Budaya (21/10).

Belum ada alokasi dana dari universitas untuk
pengelolaan Kampung Budaya. Sementara ini gedung tersebut dikelola secara mandiri oleh Tim Pengelola Kampung Budaya. “Kami hanya
menjalankan apa yang telah diamanahkan Rektor Unnes untuk mengelola Kampung
Budaya. Terkait dana pembangunan saya tidak tahu menahu,” ucap Bintang Hanggoro Putra, Ketua
Pengelola Kampung Budaya (21/10).

Kampung Budaya juga belum bisa dipinjamkan untuk
umum karena bangunannya yang belum sepenuhnya selesai. Selain itu, gedung tersebut juga belum disahkan secara resmi oleh Rektor
Unnes. “Kami mengizinkan peminjaman Kampung Budaya untuk
penyelenggaraan acara kerena sudah ada landasan yang kuat mengenai tarif,”
tambah Bintang.

Tarif Pinjam Gedung Termurah

“Dekanat FIP
merupakan gedung dengan tarif yang paling murah dibandingkan tarif peminjaman
gedung fakultas lain yang ada di Unnes, sehingga Aula Dekanat FIP dirasa paling
laku,” kata Sinta Saraswati, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.
Berbeda dengan
Kampung Budaya, yakni Aula Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Aula tersebut dipinjamkan dengan tarif Rp250.000,00/hari bagi  peminjam yang berasal
dari FIP, sementara tarif Rp.500.000,00 diberlakukan bagi kalangan
mahasiswa di luar FIP. Besar tarif ini seluruhnya dialokasikan untuk
biaya kebersihan. [TIM BP2M]