Ignatius Rhadite (kanan) dan dua temanya membawa kardus Penggalangan Dana Peduli Maba
/ Eva/Lini Kampus
Rabu sekitar pukul 20.00 WIB (12/9), Ignatius Rhadite, sedang mengenakan almamater nya ketika ditemui di pelataran Gedung GSG Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ia sedang bersiap melakukan aksi “Menggalang Dana Peduli Maba”, bersama kawan lainnya. Ia, adalah koordinator galang dana malam itu.
Malam itu terlihat tiga orang membawa jas almamater Unnes. Mereka membawa tiga kardus berwarna cokelat, di bagian muka kardus, tertempel tulisan menggunakan kertas dan spidol.
Tulisan di muka kardus terbaca: “Penggalangan Dana Peduli Maba, Solidaritas Mahasiswa untuk Mahasiswa Baru (Maba-red) Unnes, #Unnes Kampus Rakyat #Tolak UKT Tinggi#Tolak UKT Mahal,” merupakan alat pelengkap aksi.
“Aksi ini adalah respon hasil laporan para mahasiswa angkatan 2015, 2016 serta mahasiswa baru yang merasa Uang Kuliah Tunggal (UKT) nya terlalu tinggi,” jelas Ignatius dengan mimik wajah yang serius.
Ia membenarkan bahwa, aksi solidaritas ini, merupakan simbolisasi ‘kekurangmampuan’ Unnes dalam usaha menyejahterakan biaya kuliah mahasiswa. Menurutnya UKT Unnes dari tahun ke tahun cenderung melambung.
Disitir dari laman www.data.unnes.ac.id, UKT kategori 1 hingga kategori 4 menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Namun, UKT kategori 5 hingga 7 justru sebaliknya. Data menjelaskan bahwa UKT Unnes, mengalami penurunan dan kenaikan di setiap kategori, dari tahun kemunculan UKT yakni 2013 hingga 2016.
Berikut diagram penyajian setiap kategori UKT Unnes, yang disajikan oleh divisi penelitian dan pengembangan (litbang) www.linikampus.com. 
Sumber data: www.data.unnes.ac.id/ litbang
Kategori 1 dari tahun 2013 hingga 2014 menurun. Pada tahun 2013 mahasiswa penerima Kategori 1 yakni 619, pada tahun 2014 angka ini menurun menjadi 158. Demikian pada dua tahun terakhir menunjukkan penurunan berturut-turut yakni dalam angka 123 dan 91 mahasiswa. Rata-rata biaya UKT kategori satu yakni terendah 500 ribu rupiah.
Sumber data: www.data.unnes.ac.id/ litbang

Kategori 2 dari tahun 2013 hingga 2014 menurun. Pada tahun 2013 mahasiswa penerima Kategori 2 yakni 1079, pada tahun 2014 angka ini menurun menjadi 358. Demikian pada dua tahun terakhir menunjukkan penurunan berturut-turut yakni dalam angka 178 dan 131 mahasiswa. Biaya UKT kategori dua yakni terendah 1 juta rupiah.
Sumber data: www.data.unnes.ac.id/ litbang

Kategori 3 dari tahun 2013 hingga 2014 menurun. Pada tahun 2013 mahasiswa penerima Kategori 3 yakni 2637, pada tahun 2014 angka ini menurun menjadi 1434Demikian pada dua tahun terakhir menunjukkan penurunan berturut-turut yakni dalam angka 638 dan 381 mahasiswa. Biaya UKT kategori tiga yakni terendah 2,5 juta, tertinggi 3,5 juta rupiah.
Sumber data: www.data.unnes.ac.id/ litbang

Kategori 4 dari tahun 2013 hingga 2014 menurun. Pada tahun 2013 mahasiswa penerima Kategori 4 yakni 2235, pada tahun 2014 angka ini menurun menjadi 1464. Demikian pada dua tahun terakhir menunjukkan penurunan berturut-turut yakni dalam angka 1168 dan 783 mahasiswa. Biaya UKT kategori empat yakni terendah 3,2 juta, tertinggi 4,4 juta rupiah.
Sumber data: www.data.unnes.ac.id/ litbang

Kategori 5 dari tahun 2013 hingga 2014 sebaliknya dari empat kategori sebelumnya. Pada tahun 2013 mahasiswa penerima  kategori 5 yakni 257, pada tahun 2014 angka ini meningkat menjadi 707. Demikian pada dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan berturut-turut yakni dalam angka 1116 dan 1157 mahasiswa. Biaya UKT kategori lima yakni terendah 4,5 juta, tertinggi 5,5 juta rupiah.
Sumber data: www.data.unnes.ac.id/ litbang

Kategori 6 muncul di tahun 2014 hingga tahun 2016. Dari tahun kemunculannya, nominalnya semakin hari semakin meningkat.  Pada tahun 2014 mahasiswa penerima kategori 6 yakni sejumlah 279, pada tahun 2015 angka ini meningkat menjadi 728. Demikian pada satu tahun terakhir masih menunjukkan peningkatan yakni 1233 mahasiswa. Biaya UKT kategori enam yakni terendah 5,1 juta, tertinggi 7,15 juta rupiah.
Sumber data: www.data.unnes.ac.id/ litbang

Kategori 7 muncul di tahun  2014 hingga tahun 2016. Dari tahun kemunculannya, nominalnya semakin hari semakin meningkat.  Pada tahun 2014 mahasiswa penerima kategori 7 yakni sejumlah 189, pada tahun 2015 angka ini meningkat menjadi 311 mahasiswa.
Demikian pada satu tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya, yakni 1138 mahasiswa. Peningkatan ini sekitar lebih dari 300 persen dari jumlah mahasiswa tahun sebelumnya. Biaya UKT kategori tujuh yakni terendah 5,7 juta, tertinggi 8,25 juta rupiah.
Kebijakan UKT Unnes Belum Sepenuhnya Patuh pada Permen RI 22 tahun 2015

Pasal 3 ayat 1, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Uang Kuliah Tunggal, mengamanahkan UKT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) terdiri atas beberapa kelompok yang ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya. 

Hal ini kontradiktif dengan kondisi Isma Khoirunnisa, Mahasiswa Jurusan Fisika Unnes, saat diwawancarai mengaku, masih keberatan atas UKT yang ia dapat yakni 5,5 juta yang tidak sesuai dengan kondisi orang tuanya. 
“Saya keberatan karena bapak saya bekerja sebagai buruh becak dan ibu hanyalah ibu rumah tangga.” keluhnya.
Isma merupakan contoh salah satu mahasiswa dalam hal ini dapat dikatakan bahwa, penerapan sistem UKT di Unnes belum berpihak pada kondisi ekonomi mahasiswa Unnes. 
Mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2016 tersebut tidak tinggal diam dengan sejumlah UKT yang diterimanya. Ia telah mengusahakan banding ke Badan Advokasi BEM KM dan ke Wakil Dekan 2, namun hasilnya nihil. 
Untuk membiayai hidupnya dikampus, ia mengandalkan dana beasiswa yang ia terima yakni 500 ribu tiap bulan.
“Saya masih berharap mendapat bantuan dari beasiswa tersebut, dan bantuan dari Unnes, karena jika tidak, pilihan saya hanya ada dua tetap kuliah atau out,” pungkasnya.
Harapan Galang Dana Untuk Maba
Terakhir Ignatius berpesan semoga recehan yang kami kumpulkan dapat sedikit meringankan beban mahasiswa baru. Supaya nasib mahasiswa baru terkait UKT tidak seperti mahasiswa angkatan sebelumnya.
Dalam aksinya, tim aksi solidaritas merencanakan aksi akan berlangsung secara kontinus dan akan berkeliling di setiap-setiap fakultas dan kawasan sekitar Unnes.
Terlihat kehadiran beberapa mahasiswa yang turut serta aksi, sebelum aksi, mereka saling berjabat tangan dengan tim aksi yang lain. Kemudian, tim aksi pun bergegas meninggalkan pelataran GSG Unnes. (Eva/litbang)