Beranda Kabar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tekankan Tidak Hanya Belajar Akuntansi di Era Megatrend...

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Tekankan Tidak Hanya Belajar Akuntansi di Era Megatrend 2020

Ahalik, Pengurus Ikatan Akuntansi Indonesia. Beliau memaparkan materi akuntansi keuangan dalam Seminar Nasional Great Accounting Internship di Rumah Ilmu Unnes pada (16/11). [Doc. BP2M/Jazimah]

“Semua ilmu itu penting seperti ilmu statistik, makro, mikro, dan ilmu IT khususnya coding. Karena dalam pengambilan keputusan dibutuhkan banyak konsultan, karena data yang masuk sudah dikerjakan oleh robot,” ungkap Ahalik pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Ahalik berharap kepada peserta seminar nasional yang diadakan Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Semarang (Unnes), agar dalam belajar jangan hanya belajar kemampuan akuntansi saja.

Seminar nasional bertajuk “Great Accounting Internship: Menyongsong Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Terkini dan Eksistensi Aset Digital di Era Megatrend 2020” ini berlangsung di Aula Rumah Ilmu Unnes, Sabtu (16/11).

“Tujuan kami memilih tema tersebut karena Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71,72,73 sedang ramai dibicarakan saat ini. Praktisi ekonomi akan membutuhkannya karena pada 2020 semua perusahaan diharuskan memakai sistem itu,’’ tutur Ketua Panitia, Riadotussolihah.

Seminar nasional ini merupakan agenda tahunan dan program kerja dari Departemen Pendidikan Hima Jurusan Akuntansi. Acara ini menghadirkan pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Jakarta Ahalik, Vice President Finance Policy PT Telkom Indonesia Martinus Wisnu Adji, Surya Mardi Dominic selaku manager finansial accounting control PT Telkom Indonesia, mystery guest Ida Nurhayati sebagai dosen dan praktisi audit, serta partner KAP Ashari.

“Indonesia sedang banyak melakukan pembagunan, otomatis pemerintah butuh dana yang banyak. Maka dari itu, pemerintah mengupayakan celah untuk mendapatkan dana, contohnya dari dana BPJS dan tax amnesty,” ucap Ahalik selaku pengurus IAI sekaligus salah satu pemateri.

Lebih lanjut, Ahalik mengatakan bahwa saat ini aset digital mempunyai peran penting dalam menghasilkan laba perusahaan, seperti ada toko daring sebagai aset digital yang menjanjikan. Karena pada kenyataannya ada beberapa toko yang gulung tikar karena kalah saing dengan toko online yang lebih memudahkan konsumen.

Seminar yang dibuka untuk umum ini ditargetkan oleh  Riadotussolihah dihadiri oleh praktisi, tetapi karena akhir tahun yang mana kebanyakan praktisi sudah memenuhi Satuan Kredit Partisipatif (SKP), maka yang hadir lebih banyak ialah mahasiswa.

Reporter : Jazimah & Wahidah (Magang Linikampus 2019)

Editor     : Afsana Maulida

 

Tinggalkan Balasan