Mahasiswa Unnes menyerahkan kajian sembilan tuntutan mahasiswa kepada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Abdurrahman [Dok. BP2M/Manan]

Menjelang puncak Dies Natalis yang ke-56, mahasiswa Unnes menyerukan sembilan tuntutan yang dibawakan dalam aksi bertajuk “Atraksi lan Umbul Donga Universitas” (29/3). Aksi ini ditujukan kepada pimpinan kampus guna menuntut komitmen dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Unnes.

“Apa yang kita lakukan ini semata-mata untuk Universitas Negeri Semarang, Kawan!” seru Aziz Rahmadi, salah satu Mahasiswa Unnes. Ia berharap agar sembilan permasalahan yang telah dikaji tidak terulang lagi ke depannya.

Dalam aksi tersebut, masing-masing perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas membawakan tuntutan secara bergantian. Penyampaikan tuntutan diiringi dengan pembacaan puisi dan teatrikal.

Perwakilan mahasiswa dari [Dok. BP2M/Manan]
Perwakilan mahasiswa menyampaikan tuntutan diiringi dengan pembacaan puisi dan teatrikal [Dok. BP2M/Manan]
Adapun sembilan tuntutan tersebut, di antaranya persoalan represi, lingkungan hidup, evaluasi pembelajaran jarak jauh, urgensi penanganan kekerasan seksual, sarana prasarana kampus, plagiarisme, komersialisasi dan privatisasi perguruaan tinggi, bantuan langsung bagi mahasiswa, serta pemberian gelar honoris causa.

Sebelumnya, mahasiswa telah memberitahukan kepada pihak pimpinan Unnes bahwasanya akan diadakan aksi di depan rektorat. Namun, Rektor Unnes—Fathur Rokhman—tidak hadir. Pihak pimpinan hanya diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan—Abdurrahman dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik—Wirawan Sumbodo.

“Kami sudah mencatat, di antaranya ada sampah di Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Keolahragaan segera dibersihkan. Kemudian untuk lingkungan, kalau banjir di depan FMIPA akan diselesaikan oleh tim Unnes,” kata Abdurrahman.

Wirawan menambahkan bahwa pihaknya justru baru mengetahui persoalan sampah di dekat Fakultas Teknik (FT). “Untuk FT, sampah-sampah basah sudah ditutup lama. Ternyata setelah saya cek masih ada pembuangan sampah-sampah kering. Hari ini dibersihkan dan tidak diperbolehkan (lagi) membuang sampah,” tambahnya.

Selain itu, Abdurrahman juga menjanjikan pihaknya akan menyusun regulasi terkait kekerasan seksual di kampus. Rencananya, regulasi tersebut akan dibahas pada hari Rabu (31/3). Penyusunan akan dilakukan bersama perwakilan Fakultas Hukum, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Bimbingan Konseling Unnes.

 

Reporter: Niamah

Editor: Laili

Tinggalkan Balasan