Tempat Wisata Alam Gubug Serut di Dusun Persen, Kota Semarang. [BP2M/Hasnah]
Tempat Wisata Alam Gubug Serut di Dusun Persen, Kota Semarang. [BP2M/Hasnah]

Beberapa pekan yang lalu, unggahan foto tempat wisata ini berseliweran di media sosial. Tempat wisata alam yang teletak di dekat Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini bernama Gubug Serut. Gubug Serut berlokasi di Dusun Persen, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Tempat ini diberi nama Gubug Serut karena terdapat banyak gubug dan serut yang berasal dari ikon desa ini.

“Gubug Serut kami ambil dari gubug yang berada di atas batu dan serut diambil dari pohon serut yang berusia ratusan tahun yang berada di sekitar wisata ini,” ujar Rocky, salah satu pengelola Gubug Serut, pada Minggu (12/9).

Pintu masuk Tempat Wisata Alam Gubug Serut. [BP2M/Hasnah]
Pintu masuk Tempat Wisata Alam Gubug Serut. [BP2M/Hasnah]
Untuk menuju tempat wisata yang dulunya bernama Belantara Kali Garang ini,  pengunjung akan melewati jalan yang cukup curam terlebih dahulu. Namun, saat tiba di sana pengunjung akan disuguhkan pemandangan wisata yang masih asri.

Aktivitas pengunjung yang sedang bermain air bersama keluarga. [BP2M/Hasnah]
Aktivitas pengunjung yang sedang bermain air bersama keluarga. [BP2M/Hasnah]
Hanya dengan Rp3000, pengunjung bisa menikmati pemandangan Gubug Serut tersebut. Menurut keterangan Penaria, salah satu pengunjung Gubug Serut, tiga ribu rupiah ini digunakan untuk biaya parkir. “Untuk biaya masuk normal, ya, hanya membayar parkir saja Rp3000,” ujarnya pada Sabtu (4/9).

Semasa pandemi, pihak Gubug Serut mewajibkan para wisatawan untuk menaati protokol kesehatan sebagai syarat masuknya. Pengelola tempat wisata ini pun menyediakan tempat cuci tangan serta masker untuk para pengunjung. “Syarat masuk wisata hanya (menaati) prokes saja, untuk vaksin, swab itu tidak perlu,” ujar Rocky, salah satu pengelola, pada Sabtu (18/9).

Pengunjung memanfaatkan arus dan menggunakan ban untuk berseluncur. [BP2M/Hasnah]
Pengunjung memanfaatkan arus dan menggunakan ban untuk berseluncur. [BP2M/Hasnah]
Menurut penuturan Rocky, sudah dua tahun berdiri, tempat wisata ini kembali ramai didatangi pengunjung pada musim kemarau. “Untuk hari biasa mulai ramai di sore hari, waktu weekend full dari pagi hingga sore banyak pengunjung,” katanya.

Sejalan dengan banyaknya pengunjung di musim kemarau, Rocky pun menganjurkan untuk mengunjungi Gubug Serut di saat cuaca cerah, “Pengaruh yang besar itu di cuaca, kalau cuaca cerah air bening dan tidak banjir,” tuturnya saat ditanya penyebab sungai yang keruh pada Sabtu (18/9).

Untuk menjaga kebersihan tempat wisata, Rocky menuturkan bahwa area lokasi selalu dibersihkan setelah ditutupnya wisata.  Wisata ini juga menyediakan tempat sampah agar pengunjung juga ikut menjaga kebersihan area wisata.

Fasilitas penyewaan ban dalam untuk berenang. [BP2M/Hasnah]
Fasilitas penyewaan ban dalam untuk berenang. [BP2M/Hasnah]
Di sisi lain, para pengunjung dapat bermain air dan berenang. Pengelola telah menyiapkan penyewaan  ban dalam untuk renang dengan harga sewa Rp5000 saja. Jika para pengunjung merasa lapar dan haus setelah bermain air dan berenang, di tempat wisata ini terdapat banyak warung yang menyiapkan kebutuhan para pengunjung.

Sementara itu, salah satu pengunjung mengaku senang dapat berkunjung untuk pertama kalinya di Gubug Serut. “Senang bisa main air mengenang masa kecil,” ujar Lestari yang sedang berkunjung bersama anak-anaknya pada Sabtu (4/9).

Deretan warung yang tersedia di Gubug Serut. [BP2M/Hasnah]
Deretan warung yang tersedia di Gubug Serut. [BP2M/Hasnah]
Para pengunjung yang sedang berenang di tepi sungai. [BP2M/Hasnah]
Para pengunjung yang sedang berenang di tepi sungai. [BP2M/Hasnah]
 

Fotografer: Hasnah

Reporter: Hasnah

Editor: Hani

Tinggalkan Balasan