Uncategorized

Pemira Unnes Resmi Ditutup, KPUR KM Unnes Adakan Perhitungan Suara Malam Ini  

Komisi Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (KPUR KM Unnes) melaksanakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) serentak pada, Kamis (21/12). Pemilihan tersebut dilakukan secara online melalui laman apps.unnes.ac.id di menu Pemira dan telah resmi ditutup pukul 17.00 WIB tadi. Sementara itu, untuk perhitungan suara akan mulai dilaksanakan pukul 20.30 WIB.

Melalui Pemira ini mahasiswa diberikan kesempatan menggunakan hak pilihnya untuk memilih Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Unnes, segenap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unnes dan juga fakultas, serta Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) masing-masing jurusan.

Bagus Adi, Ketua KPUR KM Unnes menjelaskan sidang perhitungan suara akan dilaksanakan di Ruang VCON lantai 4, Gedung Rektorat malam ini. Sidang perhitungan suara tersebut hanya dapat didatangi oleh tamu undangan tertentu. Sedangkan untuk mahasiswa dapat menyaksikan melalui Youtube KPUR KM Unnes. “Yang boleh hadir adalah tamu undangan tertentu dan untuk mahasiswa secara umum bisa mengikuti lewat siaran Youtube,” tegasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan penuturan Bagus, perihal waktu waktu di atas dapat disesuaikan dan berubah jika ada laporan pelanggaran dari pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahasiswa Unnes (Banwasra KM Unnes). “Perhitungan suara dapat mundur, jika ada laporan sengketa dari Banwasra. Jika tidak ada laporan, kita bisa mulai menghitung kotak suara,” ungkapnya.

Bagus juga menjelaskan bahwa untuk hasil dari perhitungan suara akan diumumkan pada instagram KPUR Unnes mendatang. “Untuk pengumumannya lebih lanjut bisa dilihat pada instagram, website, dan juga ada surat keputusan nanti,” ujarnya.

Melengkapi Bagus terkait laporan sengketa, Sofwan Rahman selaku Banwasra KM Unnes mengatakan belum ada laporan lebih lanjut mengenai pelanggaran selama hari pemilihan ini. “Sejauh ini belum ada laporan yang masuk,” ujar Sofwan saat diwawancara tim linikampus pukul 16:15 di Gedung PKMU Unnes.

Muhammad Arya Amrullah, mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Jawa mengatakan mengetahui informasi terkait Pemira dari grup kelas, lalu ia memberikan hak suaranya, walaupun ia tidak kenal betul dengan yang dipilihnya. Arya berharap siapapun yang terpilih dapat memimpin kampus lebih baik kedepannya.

“Tidak ada pertimbangan khusus, yang penting milih,” ujarnya dalam wawancara melalui WhatsApp.

Berbeda dengan Arya, Wahyu Husnun Azizah, salah satu mahasiswa Jurusan Sejarah, mengaku tidak mengetahui informasi terkait adanya Pemira hari ini dan bagaimana tata caranya. Sehingga, hal tersebut membuatnya tidak turut berpartisipasi dalam Pemira.

“Kalau saya tahu informasinya tepat waktu dan bagaimana cara pemilihannya, pasti saya akan ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

Di akhir, besar harapan Bagus bahwa para mahasiswa akan menggunakan hak suaranya. “Gunakan hak pilihmu, karena satu suaramu sangat berharga dan juga akan menentukan pemimpin-pemimpin Unnes kedepannya,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Ana Saputri, Ary Tama

Editor: Laily Mukaromah

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *