Kabar Kilas

Sambut Suasana Lebaran, Unnes Gelar Open House di Rumah Dinas Rektorat

Para tamu menikmati hidangan yang disajikan di rumah dinas Rektor Unnes pada Rabu (25/03/2026) [Haidar/BP2M]
Para tamu menikmati hidangan yang disajikan di rumah dinas Rektor Unnes pada Rabu (25/03/2026) [Haidar/BP2M]

Sambut suasana hangat Idul Fitri, Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan Open House di Rumah Dinas Rektor, Prof. Dr. Martono. Acara ini berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB Pada Rabu (25/03/2026). 

Open house pada tahun ini dihadiri oleh berbagai elemen akademisi, mulai dari jajaran rektorat, dekan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan sebagai wadah mempererat silaturahmi keluarga besar kampus Unnes.

Antusiasme tamu terlihat sejak awal acara. Para undangan tampak menikmati suasana kebersamaan sambil menyantap berbagai hidangan khas Lebaran yang disajikan. Menu seperti opor ayam, rendang, dan bakso menjadi sajian utama, dilengkapi dengan puding serta aneka buah sebagai hidangan penutup.

Salah satu dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unnes, Sunarto, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Open House tahun ini. Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antar warga kampus.

“Acara ini sangat baik untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan di antara dosen maupun karyawan Unnes,” ujarnya.

Ia juga berharap kebersamaan yang terjalin tidak hanya terjadi dalam momen tertentu seperti Idul Fitri, tetapi dapat terus berlanjut dalam berbagai kesempatan ke depan.

“Harapannya, silaturahmi seperti ini tidak berhenti di acara Lebaran saja, tetapi bisa terus terjaga di waktu-waktu lainnya,” tambahnya.

Partisipasi mahasiswa turut menambah semarak acara. Salah satunya Rian, mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika, yang mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.

Rian menggambarkan suasana di tengah acara terasa nyaman karena para tamu memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni, sehingga percakapan mengalir lebih terarah. Ia menilai, berbagai keahlian yang dimiliki setiap individu membuat obrolan apa pun dapat berlangsung nyambung dan bermakna.

“Lingkungannya enak dan pembahasan pun juga terarah. Maksudnya disini orang pintar semua, artinya punya bidang masing-masing, jadi bisa diajak ngobrol apapun,” ungkapnya.

Penulis: Haidar Ali

Editor: Husein Akmal Faiz, Anastasia Retno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *