Buku pencemaran nama baik oleh Wawan Tunggul Alam. (Foto : Istimewa)
Polemik pemilihan rektor
Unnes masih bergulir. Supriadi Rustad memberikan respon atas
pelaporan dugaan pemalsuan surat aktif PNS oleh Achmad Slamet, Rustono,
Solehatul Mustofa. Supriadi melapor balik ke Polrestabes Semarang karena dugaan
pencemaran nama baik.
“Ini merupakan salah
satu tanda-tanda Unnes akan maju pesat. Selayaknya seorang anak yang semlemet tanda
akan sembuh. Unnes pun demikian,” ungkap Supriadi saat jumpa di gedung serba
guna fakultas ilmu sosial, Rabu (2/7).
Sementara hal tersebut
ditanggapi ketua badan eksekutif mahasiswa fakultas ilmu pendidikan dengan
berlandas atas keresahannya bersama rekan-rekan mahasiswa lain. “Saya kurang
sepakat jika seorang anak yang semlemet tersebut diyakini akan
sembuh. Bagaimana kalau justru malah parah?” jelasnya.
Supriadi mengatakan
polemik ini memang sudah membuat resah. Namun, ia menekankan jika urusan ini
sudah ada yang mengurusi. Sivitas diminta untuk tenang. “Dimana pun kita
bekerja, kalau dapat menjalankan dengan baik, pasti akan berbuah baik. Kalah
menang menjadi hal biasa,” tutupnya sebelum mengakhiri jumpa dan ia akan segera
melanjut untuk terawih. DM