Gerbang utama Unnes yang nampak megah (Foto : Istimewa)
Dalam menanggapi jawaban dari Fathur, Soewito mengatakan
Unnes cukup terkenal dengan pemberitaan terkait pemilihan rektor yang mewarnai
media massa. Beberapa pekan mengamati media massa ada warna pemberitaan yang
beda dari kampus konservasi tersebut. Biasanya memberitakan seremonial kegiatan
dan prestasi, kali ini menyoal kasus lapor-melapor terkait pemilihan rektor. Dari
Rektor yang memberhentikan Guru Besar Unnes oleh Harian Kompas. Yang mana
keduanya masuk sebagai calon rektor saat ini. Lalu, Anggota Senat Unnes yang
terpecah, Pelaporan oleh Badan Pekerja dan Rektor pada Polisi terkait pemalsuan
pernyataan dosen PNS aktif  oleh Supriadi.
Dilanjut Supriadi melapor balik ke polisi terkait tuduhan yang ditujukan
padanya.
            “Sudahlah Unnes cukup terkenal lewat ini. Tidak hanya
lewat kesuksesan Raeni saja. Namun dengan cara seperti ini ternyata bisa
mengenalkan Unnes pada khalayak. Saya turut prihatin dengan kondisi ini. Semoga
segera teratasi,” tuturnya sembari senyum dan tepuk tangan meriah dari peserta.
“Kesuksesan perguruan tinggi tak hanya lewat IPK yang tinggi dan PKM yang
banyak. Namun esensi di dalamnya,” lanjutnya.

            Kampus sebagai ruang demokrasi. Soewito beranggapan tak
semestinya memasukkan kepentingan-kepentingan pribadi di dalamnya. Kampus
adalah pusat akademik. Dewi