Rahmat
Petuguran, dosen Unnes sekaligus pembicara mengatakan, media cetak maupun
elektronik memiliki aliansi bisnis dan politik terselubung. Media saat ini
ditumpangi kepentingan politik dan ekonomi. Setiap media bahkan memiliki
aliansi dengan organisasi lain.  Media
memberitakan tentang pemerintah, tetapi tidak sedikit media yang mencari dan
mendapatkan iklan dari pemerintah. Hal itu perlu dipertanyakan bagaimana cara
media tersebut melakukan kontrol sosialnya.

“Wartawan semestinya tidak takut
diintimidasi oleh pemilik media. Tidak dapat disangkal bahwa hambatan pers
saat ini sebenarnya pemilik media itu sendiri. Ketika memberitakan terkait
konspirasi, wartawan selayaknya memberikan ruang sama untuk kedua pihak. Lalu,
biarkan pembaca yang menilai,” paparnya saat mengisi materi Pelatihan
Jurnalistik Dasar (PJD) di D2 FMIPA lantai 2, Minggu (04/10).
PJD yang diselenggarakan oleh Mathematics
Journalism Club (MJC) menghadirkan Rahmat Petuguran, dosen yang berpengalaman di
bidang jurnalistik. Acara yang dihadiri 20 peserta tersebut merupakan kegiatan
tahunan MJC. 
”PJD tahun ini fokus pada pemberian
materi terkait kode etik, teknik liputan dan reportase,” ungkap Yustika, ketua
panitia. [Yunita, Imron]