BP2M – Tidak dalam waktu singkat Andri Rizki Putra mendirikan Yayasan Pemimpin
Anak Bangsa (YPAB) yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak tidak mampu.
Kisah dibalik pencetusan YPAB berawal dari keresahannya saat duduk di
tingkat akhir sekolah menengah pertama melihat kecurangan yang dilakukan oleh
para guru dan pejabat sekolah, guna tetap mempertahankan kredibilitas
kelulusan. 
Saat usia
14 tahun, Andri Rizki memberanikan diri untuk menyampaikan kecurangan yang terjadi ke pihak-pihak
berwenang seperti KPK, ICW . Namun, hasil
yang didapatkan nihil. Akibat tindakannya tersebut, Rizki sering mendapatkan
intimidasi dari banyak pihak, “pahlawan kesiangan” begitulah yang
didapatkannya. “Pada saat itu, tentunya saya dalam keadaan krisis kepercayaan, hanya ibu yang mampu membangkitkan diri saya dan memotivasi atas
kebenaran tindakan saya,” cerita Rizki. 
Kekecewaan
pada pendidikan formal untuk melanjutkan Sekolah Menengah, Rizki memutuskan
untuk belajar otodidak dan mengejar Paket C. “Tidak membeli buku, saya belajar
menggunakan buku-buku bekas tetangga. Merangkum dan menilai pekerjaan sendiri,”
kata Rizki, penerima Penghargaan Kick Andy Young Heroes 2015.
Bukan
berdasar keberuntungan Rizki  bisa masuk
seleksi penerimaan mahasiswa baru jurusan Hukum di FHUI. Namun, belajar selama
20 jam mengantarkan kesuksesan walau hanya dengan paket C. Akhirnya, Rizki mampu
meraih sarjana dalam waktu singkat yaitu 6 semester dengan predikat cumlaude. “Selain usaha yang mesti dilakukan tentunya semua atas bantuan doa dan restu
orang tua,” kata Rizki dengan mantap.
YPAB
kini sudah memiliki banyak murid dan sudah meluluskan murid pula dengan lulus
tanpa kecurangan mencotek. “Kejujuran selalu diimplementasikan di pendidikan
YPAB bahkan kita tidak segan-segan men drop out siswa yang mencotek, “ kata
Rizki.  
Kekuatan
dari pendidikan adalah kejujuran, “karena dengan kejujuran akan tercipta
pemimpin-pemimpin bangsa yang hebat,” kata Rizki Sabtu (28/5) di Auditorium
Unnes pada acara Seminar Kurikulum dan Teknologi Pendidikan 2016. [Nida]