Oleh: Muflihatun Nisa’ | Mahasiswa Pendidikan Akuntansi 2016
Memasuki abad ke-20 era globalisasi, masih adanya persoalan
di dunia
pendidikan Indonesia mencerminkan
belum maksimal
pelaksanaan kebijakan-kebijakan
pendidikan yang diusung
pemerintah. Dalam komponen pendidikan, peran
guru amat besar untuk mendidik dan mencetak anak bangsa yang sesuai dengan yang
dicita-citakan Undang-undang 1945. Maka
dari itu, guru menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan.

Namun, dewasa ini masyarakat masih
berpikir bahwa guru masih lalai dalam mendidik anak didik.  Di mana letak sumber kesalahan persepsi ini? Padahal telah
disebutkan bahwa guru
adalah kunci perbaikan pendidikan generasi bangsa.
Sistem pendidikan saat ini, belum efektif dan merata di seluruh
Indonesia. Padahal sistem pendidikan dirancang oleh pemerintah dengan berdasar
pada dasar-dasar filosofis, sosiologis, kultural, dan psikologis pendidikan. Sistem
pendidikan juga disusun dengan pertimbangan-pertimbangan yang ideal dan sesuai
dengan landasan.
Pemerintah telah membuat standar pendidikan
yang selanjutnya diterapkan di seluruh pendidikan Indonesia. Namun sistem ini
belum tentu cocok diterapkan dan digunakan secara sama dan merata di seluruh
pendidikan Indonesia. Terlebih buru-buru untuk diaplikasikan
kepada muridnya secara mentah-mentah
tanpa memperhatikan faktor lainnya.

Problematika pendidikan yang kini dirasakan
harus segera dientaskan. Hal itu bisa diawali dari memperbaiki dari akarnya,
yakni para pendidiknya. Sehingga pola pikir mereka menjadi terbuka dan
fleksibel.

Jika guru hanya merasa mereka menjadi
alat untuk menstandarkan saja, maka tidak heran otoritasnya juga hanya standar.
Jika mereka berani untuk bergeser sedikit dari garis yang telah ditetapkan dengan melihat
kondisi dan situasi dari peserta didiknya, maka proses kemerdekaan belajar dalam arti sesungguhnya
akan tercapai.